Harga Minyak Anjlok, Rupiah Turut Melemah di Pembukaan

www.bloomberg.com

Jakarta – Berdasarkan data dari Index, dibuka melemah 16 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp 13.308 per AS pada awal pagi hari ini, Rabu (21/6). Kemarin, Selasa (20/6) mata uang Garuda berakhir melemah 0,08 persen atau 10 poin ke level Rp 13.292 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.279 hingga Rp 13.312 per dolar AS.

Sementara itu indeks dolar AS yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sebagian mata uang utama terpantau menguat 0,21 persen menjadi 97,753 di akhir perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu pagi WIB lantaran para investor tengah mempertimbangkan pernyataan dari sejumlah pejabat . “Pergerakan dolar telah terangkat oleh komentar pejabat Fed yang terdengar optimistis tentang AS,” kata Khoon Goh, Kepala Riset Asia di Australia & New Zealand Banking Group Ltd, seperti dilansir .

Namun penguatan indeks dolar AS tak bertahan lama karena lonjakan imbal hasil obligasi AS telah berakhir semalam akibat anjloknya minyak mentah. Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun turun pada Selasa dan membuat dolar AS turut anjlok.

“Turunnya harga minyak mentah melemahkan tekanan inflasi dan efeknya menahan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Indikator inflasi AS belum kuat. Sekarang minyak turun, hal tersebut dapat menambah tekanan terhadap dolar dengan tekanan sentimen terhadap sektor energi AS,” jelas Junichi Ishikawa, ahli strategi valuta asing senior IG Securities.

Dilaporkan bahwa harga minyak mentah turun sekitar 2 persen usai sejumlah utama mengumumkan kenaikan pasokan produksi yang telah menggagalkan usaha OPEC dan lain untuk menjaga harga pasar lewat penurunan output.

Loading...