Harga Minyak Anjlok, Rupiah Terpangkas 1 Poin di Awal Dagang

Meski indeks AS terpantau menyusul ketidakpastian jelang Pemilu AS, namun kembali turunnya minyak membuat laju rupiah melempem di awal dagang hari ini (2/11). Diwartakan Index, rupiah mengawali sesi dagang hari ini dengan melemah tipis 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.048 per dolar AS. Kemudian, spot kembali terdepresiasi 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.057 per dolar AS pada pukul 08.28 WIB.

Harga minyak mentah tergelincir ke level terendah dalam satu bulan terakhir karena spekulasi bahwa stok minyak mentah AS meningkat pekan lalu melebihi dampak ledakan pipa bahan bakar. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Desember ditutup 0,19 poin atau 0,4% ke level 46,67 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sekaligus penutupan terendah sejak 27 September.

Sementara itu, minyak untuk pengiriman Januari turun 0,47 poin atau 1% ke level 48,14 dolar AS per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Pelemahan ini juga merupakan penutupan terendah sejak 27 September.

“Harga minyak terus turun merespon naiknya persediaan minyak mentah AS yang dirilis tak lama setelah kabar kesepakatan pemangkasan produksi minyak mentah OPEC terancam gagal,” jelas Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Rupiah akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek dengan kecenderungan melemah.”

Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau ditutup anjlok 0,746 poin atau 0,076% ke 97,699 pada Selasa sore waktu setempat. Dolar AS ditutup melemah menyusul ketidakpastian politik di Amerika Serikat serta kekhawatiran calon Partai Republik, Donald Trump, yang mungkin memenangkan pemilihan Presiden AS.

“Inflasi yang naik dan indeks manufaktur Indonesia yang turun menambah sentimen negatif dalam negeri,” sambung Rangga. “Fokus pasar saat ini tertuju pada hasil meeting yang dirilis dini hari nanti.”

Loading...