Harga Minyak Anjlok, Rupiah Diramal Lanjutkan Tren Pelemahan

www.globalindonesianvoices.com

Rupiah diramal masih akan melanjutkan tren pelemahan pada Selasa (26/7) ini. Sentimen yang akan memulai pertemuan pada hari ini serta melemahnya sejumlah , terutama , mampu mendorong laju indeks AS sehingga membuat mata uang Garuda belum bisa keluar dari tekanan.

Seperti diwartakan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka melemah tipis 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.151 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.150 per dolar AS pada pukul 08.22 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau naik tipis 0,019 poin ke 97,305 pada pukul 07.04 WIB didorong pelemahan minyak mentah dunia.

“Rupiah masih bergerak melemah terbatas pada perdagangan kemarin,” ujar Kepala Riset NH Securities Indonesia, Reza Priyambada. “Pelaku pasar harus mewaspadai pelemahan lanjutan terhadap mata uang Garuda seiring harga komoditas yang cenderung melemah serta belum adanya katalis yang mampu menopang gerak rupiah.”

Seperti diketahui, minyak mentah dunia lagi pada Selasa pagi ini karena kekhawatiran investor tentang kelebihan pasokan yang tidak menunjukkan tanda-tanda berkurang. Minyak mentah WTI untuk pengiriman September 2,4% ke level 43,13 dolar AS per barel. Sementara, minyak jenis Brent juga berakhir merosot 2,1% ke 44,72 dolar AS per barel di ICE Futures Europe Exchange.

“Minyak mentah masih berada dalam tekanan dan hal itu menjadi sentimen utama,” kata Senior Valuta Asing dan Strategi Makro Canadian Imperial Bank of Commerce, Bipan Rai. “Tetapi, kami juga mulai melihat pasar menjadi lebih menyadari kenyataan bahwa The Fed dapat lebih hawkish dari yang diperkirakan sehingga membuat dolar AS melaju.”

The Fed memang dijadwalkan menggelar pertemuan pada hari ini hingga Rabu (27/7) esok. Namun, keputusan baru akan diketahui pada Kamis (28/7) dini hari mendatang.

Loading...