Harga Minyak Anjlok, Ringgit Kembali Tersungkur dalam Lima Pekan Terakhir

memimpin penurunan mata uang emerging market setelah minyak kembali anjlok seiring munculnya kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi . Menurut Index pada (3/8) pukul 08.25 waktu Kuala Lumpur, mata uang Malaysia itu terdepresiasi 0,8% ke level 4,0668 per AS, posisi terendah sejak 24 Juni lalu.

Ringgit dalam waktu lima pekan terakhir, sedangkan won juga jatuh dalam dua hari beruntun di level 1.150,50 per dolar AS pada Selasa (2/8). Harga minyak mentah jenis Brent yang pada level di bawah 42 dolar AS per barel, atau pertama kalinya sejak April lalu, membebani prospek ekspor minyak Malaysia.

“Won cenderung sangat sensitif terhadap sentimen risiko global,” ujar Ahli Strategi Mata Uang di Bank of Singapore Ltd., Sim Moh Siong. “Sementara, ringgit tersungkur karena harga minyak dunia yang melemah.”

Menurut perkiraan median ekonom dalam survei Bloomberg, ekspor minyak Malaysia turun 3,7% dari Juni tahun sebelumnya, sekaligus penurunan terbesar sejak Mei 2015. Sementara, surplus perdagangan diramal cenderung melebar ke angka 6 miliar ringgit dari 3,26 miliar ringgit pada bulan Mei.

Loading...