Harga Minyak Anjlok, Namun Harga Tiket Pesawat Belum Turun

Meski minyak mentah dunia saat ini berada dalam titik terendah dalam sepuluh tahun terakhir, namun hal tersebut belum berpengaruh besar terhadap tiket pesawat terbang. Bahkan, beberapa maskapai , seperti Singapore Airlines, masih menerapkan biaya tambahan bahan bakar 30% hingga 40% dari tiket.

Di beberapa negara, termasuk Cina dan , biaya tambahan untuk maskapai penerbangan memang diatur oleh pemerintah. Namun di negara lain, maskapai penerbangan bebas untuk menetapkan biaya tambahan sendiri.

Menurut koresponden Aviation, Karamjit Kaur, ada beberapa alasan mengapa maskapai penerbangan, termasuk Singapore Airlines, belum memotong tarif penerbangan mereka. Pasalnya, maskapai penerbangan rata-rata sudah menetapkan biaya tambahan yang dibutuhkan untuk bahan bakar selama jangka waktu tertentu.

Singapore Airlines, misalnya. Maskapai ini telah melakukan nilai lindung sekitar 65 persen dari kebutuhan bahan bakar untuk periode Oktober 2015 hingga Maret dengan harga rata-rata 116 per barel. Nilai ini besarnya lebih dari dua kali lipat dibanding harga bahan bakar pesawat untuk saat ini.

Terlepas dari nilai lindung tersebut, penurunan tajam beberapa di dunia terhadap selama 18 bulan terakhir sebenarnya juga telah mengimbangi penurunan harga minyak. Selain itu, beberapa maskapai berpendapat bahwa pemotongan tarif penerbangan belum terlalu penting untuk dilakukan.

“Memang, harga tiket pesawat di banyak maskapai penerbangan sebanding dengan yang diberikan,” jelas analis penerbangan dari Endau Analytics, Shukor Yusof. “Jadi, bisa dimaklumi jika maskapai masih enggan memangkas tarif ketika permintaan terus meningkat.” [apk/st]

Loading...