Harga Minyak Anjlok, Lemahkan Posisi Ringgit

Ringgit_DollarSepanjang minggu ini, Ringgit diketahui turun hingga menyentuh level terendah sejak tahun 2009. Hal ini diduga terjadi akibat Pemerintah menaikkan target defisit karena minyak yang terjun bebas. Indeks Dolar Bloomberg melacak adanya gerakan positif dari 10 utama dunia, yang naik menyentuh rekor mereka masing-masing pada hari Jumat lalu (23/1) menjelang diadakannya rapat kebijakan Federal Reserve pada minggu ini.

Perdana Malaysia, Najib Razak, pada 20 Januari lalu menaikkan target tahun menjadi 3,2% dari semula 3% untuk produk domestik bruto serta memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 4,5% dari awalnya sebanyak 6%. “Ekspektasi defisit fiskal yang lebih besar akibat penurunan harga minyak dapat semakin membebani ringgit,” kata Wong Chee Seng, ahli strategi valuta asing di AmBank Group di Kuala Lumpur. “Gerakan Dolar Amerika yang semakin menguat juga tidak banyak membantu,” tambahnya.

Ringgit sempat 1,2% pada 16 Januari lalu dan sedikit bergerak ke 3,6005 per Dolar, namun kemudian kembali hingga di posisi RM 3,6277 per Dolarnya pada 21 Januari 2014 lalu. Level ini adalah yang terendah sejak April 2009. Para Analis memperkirakan bahwa Ringgit akan semakin terhadap Dolar karena para terus menurunkan eksposur mereka ke arah aset Malaysia, para Analis juga menyatakan bahwa Ringgit bisa saja terpukul mundur hingga ke RM 3,70 per Dolarnya dalam waktu dekat.

 

Loading...