Lebih Hemat Waktu, Berapa Harga Mesin Parut Kelapa Diesel?

Mesin parut kelapa diesel (sumber: benuamesin.com)Mesin parut kelapa diesel (sumber: benuamesin.com)

JAKARTA – Jika ibu rumah tangga mungkin hanya perlu manual untuk memarut , tidak demikian dengan VCO atau minyak serta penjual . Mesin parut lebih dibutuhkan karena dapat menghemat waktu dan memperbanyak produksi. Saat ini, sudah tersedia beragam mesin parut kelapa, termasuk dengan tenaga , yang dijual dengan ratusan ribu hingga jutaan .

Daripada membeli secara utuh, saat ini memang lebih banyak konsumen yang memilih kelapa parut karena lebih praktis. Kelapa parut ini sendiri bisa digunakan untuk berbagai macam masakan, seperti rendang, nasi kuning, hingga nasi uduk. Bahkan, tidak sedikit jajanan yang bertambah lezat jika ditambahi bahan ini, seperti klepon.

Nah, dibandingkan cara manual, penjual kelapa saat ini memang lebih memilih memakai mesin untuk memarut kelapa. Pasalnya, memakai mesin, waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan parutan kelapa akan menjadi lebih singkat. Di sendiri, sudah tersedia beragam tipe mesin kelapa parut, termasuk model diesel, dengan harga berkisar Rp1,5 jutaan per .

Walau stok berlimpah, namun konsumen tidak boleh sembarangan memilih kelapa untuk dijadikan kuliner. Ketika hendak memasak makanan bersantan, lebih baik perhatikan terlebih dahulu jenis kelapa yang akan dipakai. Dilansir Kompas, untuk rendang, nasi kuning, atau nasi uduk, disarankan menggunakan kelapa yang sudah tua dan memiliki tekstur yang agak keras.

“Cara memilih kelapa ternyata tergantung pada kebutuhan. Misalkan, saat hendak memasak untuk nasi kuning dan urap, lebih baik pilih kelapa yang sudah tua,” papar Executive Sous Chef Shangri-La Hotel Jakarta, Rizky Wijatmoko. “Dilihat dari kulitnya, ketika dipukul atau diketuk, memiliki tekstur yang keras, berarti kelapa tersebut sudah tua.”

Sementara itu, kelapa muda ditandai dengan air kelapa yang berbunyi keras saat dikocok. Kelapa ini juga tidak akan berbunyi keras dan masih sedikit lunak apabila kulitnya diketok. “Lalu, jika dilihat dari serabutnya, kalau kelapa muda serabutnya masih lebat dan banyak, sedangkan kelapa tua serabutnya sudah jarang,” tambah Rizky.

Loading...