Dijual per Tablet, Harga Obat Asma Meptin Mini Berkisar Rp3 Ribuan

Ilustrasi : Orang terserang asmaIlustrasi : Orang terserang asma - alobacsi.com

memang bisa menyerang siapa saja, baik tua, muda, maupun yang masih -anak. Penanganan sakit asma pun tak boleh sembarangan, sebab bisa berakibat cukup fatal jika tidak ditangani dengan benar. pun biasanya meresepkan asma dalam bentuk yang beragam, entah itu , sirup, atau bahkan inhaler. obat asma pun biasanya dipatok . Misalnya saja untuk merek Meptin Mini seharga Rp3.573 per .

Meptin sendiri adalah obat yang digunakan untuk meringankan asma dengan cepat pada saat serangan asma berlangsung dan diklaim mampu mengobati Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Meptin mengandung zat aktif Procaterol HCl, yakni obat golongan bronkodilator (agonis selektif beta-2 adrenergik) yang bekerja dengan cara melemaskan otot-otot di sekitar saluran pernapasan yang menyempit agar oksigen dapat mengalir lebih lancar menuju paru-paru.

Jika orang biasa yang sedang menderita asma mungkin tidak akan terlalu panik. Nah, bagaimana jika ibu hamil yang terserang asma? Walaupun menderita asma, rupanya sebagian besar bumil kabarnya justru akan membaik kondisinya. “Berkisar sepertiga BuMil dengan asma membaik sementara selama hamil, lalu berkisar sepertiganya memburuk, dan sepertiga lainnya tetap dalam kondisi asma yang sama,” kata dr. Sofani Munzila, SpOG, yang praktik di RS Mitra Keluarga Depok, seperti dilansir Okezone.

Oleh sebab itu, dr. Sofiani mengingatkan bagi para wanita yang memiliki asma sebaiknya sebelum hamil memeriksakan diri terlebih dahulu, apakah dirinya mempunyai sedikit atau tidak ada gejala asma selama masa kehamilan. “Hati-hati pada minggu ke 26-36 usia kehamilan, pada saat itu serangan asma lebih sering timbul,” paparnya.

Ibu hamil juga perlu cermat saat mengatasi asma, tergantung dari klasifikasi asma. Adapun untuk asma intermiten, serangan asma kambuh hanya kadang-kadang saja. Sedangkan untuk asma yang intensitas kambuhnya lebih sering disebut asma persisten.

“Saat terserang asma intermiten, BuMil perlu atur napas dan menggunakan obat hanya pada serangan yang berat. Namun, jika BuMil mengalami asma persisten -apalagi kategori berat- diperlukan obat guna melebarkan otot pernapasan (bronchodilator) jangka panjang,” tandasnya.

Loading...