Harga Material Bangunan Naik, Harga Properti Juga Ikut Mengalami Kenaikan

Material Bangunan - mitrarenovasirumah.comMaterial Bangunan - mitrarenovasirumah.com

Berdasarkan hasil (BI) bertajuk Indeks Properti Residensial kuartal IV 2017, properti selama periode 3 bulan terakhir 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,55%, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 0,5%. Jika ditinjau secara tahunan, indeks properti juga mengalami peningkatan dari kuartal sebelumnya dari 3,32% menjadi 3,5%. Kenaikan properti ini tak terlepas akibat naiknya serta upah .

“Kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja masih menjadi utama penyebab kenaikan harga rumah. Harga bangunan tercatat naik 34,67 persen sedangkan upah pekerja 21,33 persen,” demikian bunyi pernyataan BI seperti dilansir Kompas.

Dari survei tersebut sebagian besar responden beranggapan jika faktor utama yang menghambat pertumbuhan bisnis properti antara lain karena tingginya KPR 20,11%, tingginya uang muka rumah 18,72%, pajak 15,73%, lamanya perizinan 13,92%, dan kenaikan harga bahan bangunan 12,39%.

Sebagai , saat ini harga semen 1 sak 40 kg dijual antara Rp 52-65 ribuan, sedangkan semen 50 kg harganya Rp 65-75 ribuan. Lalu pasir beton dihargai Rp 275 ribu per meter kubik (m3), pasir biasa Rp 270 ribu per m3, besi beton mulai Rp 20 ribuan ( diameter 6 mm x panjang 12 meter), asbes mulai Rp 45 ribuan ( 150 x 105 cm), triplek mulai Rp 47.500 (tebal 3 mm), hingga batako Rp 1.800 per biji.

Meskipun harga sejumlah material bangunan disebut-sebut naik, ternyata harga batako di daerah tertentu seperti di Denpasar pada bulan Februari 2017 ini justru mengalami penurunan. Akan tetapi di tengah turunnya harga batako di Denpasar, permintaan bahan bangunan di wilayah tersebut kabarnya masih lesu.

“Batako menggunakan bahan dasar pasir sehingga harganya sangat dipengaruhi harga pasir. Ketika harga pasir naik, harga batako juga mengikutinya. Sebaliknya, saat harga pasir turun maka harga batako juga akan turun,” ujar Ni Made Sriyani Widiastuti, salah satu pedagang di toko bangunan Denpasar, seperti dilansir BisnisBali.

Sriyani menjelaskan bahwa sejak Gunung Agung meletus beberapa waktu lalu, harga pasir yang berasal dari galian di Karangasem naik hingga 2 kali lipat dan membuat pasokan pasir sempat terhambat selama beberapa waktu. Hal itu pula yang menyebabkan harga batako sempat melonjak dari Rp 2.500 menjadi Rp 3.300 per biji.

Loading...