Masyarakat Mulai Panik, Harga Masker Terkini Naik Drastis & Langka di Beberapa Tempat

Memakai Masker untuk Mencegah Virus - www.businessinsider.sgMemakai Masker untuk Mencegah Virus - www.businessinsider.sg

Sejak kabar terkini yang menyebutkan adanya 2 WNI terpapar virus , tampaknya semakin panik dan banyak yang membeli di apotik, toko-toko , hingga minimarket dan pusat perbelanjaan lainnya. Hal itu pula yang menyebabkan ketersediaan masker di menjadi langka dan harga jualnya pun melonjak cukup drastis.

Di Pasar Glodok, Jakarta misalnya, harga masker per kotak isi 50 lembar hingga Rp850 ribu. Salah seorang di Pasar Glodok mengatakan bahwa setiap orang yang ke Glodok sudah hampir pasti membeli dalam jumlah banyak. Bahkan dari hari ke hari katanya harga masker dan hand sanitizer selalu naik. “Kalau masker Nexcare mencapai Rp850.000 per kotak, Sensi Rp450.000 per kotak, dan Accurate Rp400.000 per kotak. Sekotak isi 50 potong,” kata di Pasar Glodok, Senin (2/3), seperti dilansir tempo.

Masker tersebut menurutnya tak dijual secara eceran. Jika dihitung, maka harga sepotong masker Nexcare, Sensi, dan Accurate masing-masing dibanderol Rp17.000, Rp9.000, dan Rp8.000. Kemudian untuk harga hand sanitizer kabarnya juga naik drastis. Misalnya saja harga Aseptan isi 500 ml Rp110 ribu dan Medika dibanderol Rp80 ribu.

Di sejumlah e-commerce sendiri harga masker terkini mulai turun karena beberapa situs besar seperti Bukalapak, Shopee, sampai Tokopedia secara pro-aktif memantau kenaikan harga masker sejak merebaknya virus corona. Bahkan pihak e-commerce juga tak segan-segan menurunkan iklan yang menjual masker dengan harga tak wajar.

Mulai dari akhir Januari sampai awal Februari 2020, harga masker bedah berkisar lebih dari Rp75 ribu. Bahkan ada yang menjual masker N95 dengan harga mencapai Rp3 juta per dus isi 20 masker atau sekitar Rp150 ribu per helai. Tetapi mulai 18 Februari 2020 lalu, harga masker bedah di e-commerce dipatok mulai Rp28 ribu sampai Rp75 ribu dan masker N95 harganya mulai Rp35 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono mengungkapkan bahwa perusahaan aktif memantau harga masker di platform. Bukalapak juga akan menindak pelapak yang memanfaatkan situasi pandemi untuk meraup keuntungan berlebihan. “Pelapak yang dilaporkan para pengguna menaikkan harga barang secara tidak wajar akan segera di-takedown,” ujar Intan pada Katadata.

Kepanikan yang melanda masyarakat ini bahkan membuat ketersediaan masker di Soppeng menjadi langka dan mahal. Masker di Soppeng dilaporkan langka, beberapa apotek dan minimarket sudah tak memiliki stok masker. Di Soppeng harga masker mencapai Rp5.000 dari yang sebelumnya Rp1.000 per lembar.

Loading...