Kerap Dipakai di Rumah Mewah, Harga Marmer per Lembar Bisa Tembus Jutaan Rupiah

Harga Batu Marmer - jbnjbn.en.made-in-china.comHarga Batu Marmer - jbnjbn.en.made-in-china.com

dikenal sebagai alam yang bernilai jual tinggi. Batuan ini lebih banyak digunakan untuk menghias lantai, dinding, atau bahkan pilar di rumah-rumah mewah. Marmer biasanya dijual per lembar atau slab, hingga per meter persegi (m2) dengan harga yang cukup mahal.

Sebagai contoh, harga marmer Travertine Cream per slab Rp1,8 jutaan, kemudian Snow White Rp2,1 jutaan, Nero Assoluto Rp1,2 jutaan, Statuario Rp3,5 jutaan, Saint Laurent Rp900 ribuan, Dark Emprador Rp1,3 jutaan, Light Emprador Rp 1,3 jutaan, White Carara Rp1,45 jutaan, Serpegiante Grey Rp1,2 jutaan, hingga Portoro Silver Rp1,2 jutaan.

Sepanjang tahun 2019 lalu rupanya penjualan marmer dan batu alam lesu karena terimbas lesunya properti. Akibat hal tersebut, penjualan marmer dan batu alam tahun 2019 kabarnya turun hingga 30%. Tetapi, penurunan tersebut dapat diredam dan ditopang oleh penjualan di ritel-ritel yang cukup tinggi.

“Persentase turun (penjualan) 30% tahun ini (2019). Jadi sebenarnya properti lesu biasanya rumah tinggal stagnan. Investor itu atau pemilik kerjanya agak slow. Begitu (penjualan) ritel naik properti (turun),” kata Presiden Direktur Faggeti Ferdinand Gumanti di beberapa waktu lalu, seperti dilansir Okezone.

Lebih lanjut Ferdinand mengungkapkan, turunnya penjualan tersebut adalah siklus 5 tahunan lantaran adanya pemilihan umum dan pemilihan presiden (pilpres). Setelah musim pemilu dan pilpres berakhir, biasanya industri properti rebound, diikuti dengan industri lain seperti marmer dan batu alam. “Siklus lima tahun sekali selalu turun. Karena dengan tahun lihat perkembangannya. Tahun depan (2020) properti lagi rame,” ungkapnya.

Di samping itu, sepanjang tahun lalu juga menjadi tantangan yang berat bagi industri marmer dan batu alam. Terlebih karena kondisi perang dagang antara dan China yang masih belum berakhir. Apalagi banyak bahan baku untuk marmer dan batu alam yang masih impor dari luar negeri. Meskipun ada juga beberapa bahan baku marmer dari dalam negeri yang cukup bagus. “Kalau lokal memang batunya kita dari Ujung Pandang, kalau impor marmer terganggu (produk) China,” jelasnya.

Agar tidak tergerus oleh persaingan dengan produk China yang cenderung murah, ia pun berusaha mencari lain. “Namanya juga persaingan kita tidak bisa bentuk. Saya enggak bisa bersaing dengan produk ini (sama dengan produk China) supaya kita enggak masuk berbenturan. Kalau saya masuk segmennya (produk China) dia pasti kalah,” tuturnya.

Loading...