Jadi Motif Legendaris, Harga Mangkok Ayam Jago per Lusin Dibanderol Mulai Rp66 Ribuan

Mangkok Ayam Jago - www.bukalapak.comMangkok Ayam Jago - www.bukalapak.com

Rasanya hampir setiap tentu sudah pernah melihat atau bahkan mencoba makan dari mangkok bergambar jago yang legendaris itu. Ya, mangkuk jago ini biasanya banyak dipakai oleh para penjaja makanan untuk menyajikan aneka masakan seperti bakso, pangsit, mie , bubur, dan sebagainya. Meski pada dasarnya sederhana, rupanya banyak orang yang kini memburu mangkok satu ini. Mangkok jago dengan yang variatif, baik eceran maupun per lusin.

Adapun harga mangkok jago per lusin yang asli saat ini berkisar antara Rp66 ribu hingga Rp90 ribuan isi 12 pcs, PT Lucky Indah Keramik. Mangkuk satu ini memiliki spesifikasi diameter atas sekitar 16,5 cm dengan diameter bawah 9 cm, tinggi 6 cm, dan berat per mangkok sekitar 500 gram.

Uniknya lagi, karena motif ayam jago ini cukup fenomenal, banyak orang yang mulai mengadaptasi serupa untuk item fashion seperti kaos, topi, dan semacamnya. Produk-produk fashion bergambar ayam jago itu pun ternyata menjadi sensasi di kalangan anak muda.

Meski menjadi motif yang begitu melegenda dan kini juga banyak ditiru, rupanya di Indonesia hak cipta dari lukisan ayam jago itu dimiliki oleh PT Lucky Indah Keramik. Beberapa waktu lalu, PT LIK juga sempat melayangkan peringatan keras terhadap lain yang juga memperdagangkan dengan lukisan serupa.

Kuasa Hukum PT LIK, Paulus S. Wijaya mengungkapkan, dengan adanya pengumuman di sebuah surat kabar beberapa tahun lalu, diharapkan masyarakat mengerti jika lukisan ayam jago itu hanya merupakan hak milik dari PT PT Lucky Indah Keramik. “Kami juga dapat memastikan, kami adalah produsen peralatan makan pertama di Indonesia dengan logo yang masih orisinil,” ungkap Paulus, seperti dilansir Kompas.

Lewat pengumuman di Harian Kompas pun kabarnya disebutkan jika dua perusahaan bernama PT Semesta Keramik Raya dan PT Sri Intan Toki Industri berjanji tidak akan lagi memproduksi barang dengan bentuk dan logo yang sama seperti milik PT LIK. “Kami sudah umumkan merek tersebut milik PT LIK, jadi yang masih memplagiasi silahkan hentikan produksi,” tegasnya.

Loading...