Bersertifikasi Halal, Harga Malkist Kokola 1 Dus Mulai Rp85 Ribuan

Harga Malkist Kokola - shopee.co.idHarga Malkist Kokola - shopee.co.id

Biskuit malkist susu di Indonesia ada beragam mereknya. Agar memiliki nilai jual lebih, Kokola Group pun menawarkan Malkist Susu Kokola halal yang telah mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sejak dipasarkan beberapa tahun lalu, biskuit Malkist Susu Kokola ternyata direspons cukup positif oleh Indonesia. Terlebih karena eceran dan Malkist Kokola 1 dus relatif terjangkau.

Di pasaran harga Malkist Kokola 1 karton hanya berkisar antara Rp85 ribuan hingga Rp86 ribuan. Tiap dus berisi 18 pack Kokola Malkist Susu yang masing-masing beratnya 238 gram. “Produk baru ini sebagai ungkapan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang makin sadar akan pentingnya kehalalan pangan dan telah diterimanya produk kukis Kokola halal. Maka, secara konsisten Kokola Group sebagai perintis biskut dan wafer halal Indonesia, juga menghadirkan produk-produk , aman dan halal,” kata Hadi Wijono, Marketing and Sales Director Kokola Group di Jakarta beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Swa.

“Mayoritas Indonesia memerlukan kejelasan kehalalan, sehingga Kokola memepelopori biskuit dan wafer halal di Indonesia. Selama ini, banyak yang jauh dari halal dimasukkan dalam produk di Indonesia. Apalagi dari segi proses produksi, masyarakat Indonesia harus mengetahui dan lebih menyadari bahwa Kokola Group sudah menerapkan prinsip kehalalan sejak 42 tahun silam,” imbuh Hadi.

Hadi berpendapat, sebelum urusan rasa sebuah produk makanan wajib berstatus halal terlebih dahulu. “Makanan itu, sebelum enak, sebelum murah, sebelum bagus, mesti halal dulu dong. Sebenarnya produk halal tidak hanya berlaku untuk umat Islam. Halal itu universal. Karena, makanan halal itu baik,” katanya.

Yang lebih menarik lagi, kabarnya terdapat tanda tulisan halal di seluruh kemasan produk Kokola agar para konsumen lebih tenang dalam mengonsumsi produk-produk makanan Kokola. “Kokola Group juga konsisten dalam menjaga proses produksi halal dengan ketat, di antaranya melakukan penerimaan bahan baku halal dengan ketat dan memilih figur endorser dengan ketat,” tutup Hadi.

Loading...