Harga Mahal, Bantal Bulu Angsa Asli Masih Jadi Pilihan

Ilustrasi: wanita tertidur pulas di atas bantalIlustrasi: wanita tertidur pulas di atas bantal

merupakan salah satu yang penting bagi semua orang. Sebelum tidur, ada di antara kita yang memiliki kebiasaan mendengarkan musik, harus menggunakan selimut atau eyepack, dan lainnya. Akan tetapi, satu benda yang hampir tidak bisa dilewatkan oleh siapapun untuk mendapatkan tidur yang berkualitas adalah .

Saat membeli bantal secara langsung di tokonya, tentu Anda dapat dengan mudah memilih bantal yang nyaman dan tepat sesuai selera. Terlebih produsen bantal selalu berinovasi untuk menemukan bahan dan teknologi pembuatan bantal yang mendukung kesehatan dan kenyamanan . Tapi, sebetulnya apa saja isi di dalam bantal itu?

Ada beberapa bahan yang biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan bantal. Mulai dari kapuk atau kapas, bulu angsa, dakron, lateks, dan memory foam. Nah, khusus untuk bahan bulu angsa adalah bahan termahal di antara bahan lainnya.

Ada 2 jenis bulu yang menjadi pengisi, yaitu bulu bagian leher (down) yang sangat halus dan bulu bagian dada (feather) yang mengandung tulang. Semakin tinggi kandungan down-nya, semakin mahal harganya. Sebagai bahan organik, bulu angsa menghasilkan debu sehingga pelapis bantal harus tebal.

Bantal bulu angsa yang diproduksi terdiri dari bantal bulu angsa asli dan sintetis. Lalu apa perbedaannya? Bulu angsa sintetis merupakan dari bulu angsa asli. Di mana Anda bisa merasakan kenyamanan dan keempukan seperti yang dihasilkan oleh bulu angsa asli.

Bulu angsa asli berisikan bulu-bulu angsa di mana Anda dapat merasakan tulang bulu angsa saat memegang permukaan bantal, dan tidak dapat anda rasakan di bantal bulu angsa sintetis. Dalam dua kategori ini terdapat masing-masing kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan bantal dari bulu angsa asli akan lebih awet masa pemakaiannya dengan cara perawatan yang benar, tingkat kenyamanan yang lebih tinggi dari bulu angsa sintetis karena lebih mengikuti bentuk kepala saat ditiduri, sehingga tidak membuat pegal/bungkuk terutama untuk anak-anak, dan bisa langsung mengembang kembali setelah ditiduri.

Sementara yang menjadi kekurangannya adalah secara langsung dan tentunya kita ketahui bahwa barang ini akan menyakiti hewan angsa itu sendiri, perawatannya lebih rumit daripada bulu angsa sintetis, cara pencucian harus di dry-clean, karena tulang dan bulu dari angsa asli yang begitu lembut juga sensitif, akan rusak apabila dimasukkan ke dalam cuci (perawatan yang lebih mahal cukup diperlukan)

“Kekurangan lainnya adalah tidak semua orang dapat menggunakan jenis ini apabila alergi terhadap bulu, debu dapat menempel, dan lebih mahal dibandingkan dengan bulu angsa sintetis,” demikian dilansir dari Kompas. bantal bulu angsa asli saat ini dijual di kisaran Rp150 ribuan hingga Rp3 jutaan.

Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, nyatanya bantal bulu angsa sudah menjadi salah satu bahan bantal terbaik yang dipilih banyak orang karena teksturnya yang membuat bantal menjadi empuk. Bantal dengan bahan isi bulu angsa ini biasanya harganya cukup mahal dibandingkan dengan lainnya. Namun, bahan ini memiliki keunggulan dalam hal sirkulasi udara dan mampu menjaga kelembapan maupun suhu pada bantal.

Loading...