Fitur Lebih Lengkap, Berapa Harga Lisensi Akun Premium Zoom?

Aplikasi Zoom - meramuda.comAplikasi Zoom - meramuda.com

Sejak adanya pandemi (Covid-19), di banyak termasuk Indonesia menganjurkan warganya untuk bekerja atau dari . Atas dasar itu pula video conferencing seperti Zoom jadi semakin banyak penggunanya. Zoom populer karena memungkinkan para penggunanya untuk menggunakan secara , namun dibatasi hanya untuk 100 partisipan dengan durasi selama 40 menit. Selain gratis (basic), ada juga lisensi Zoom berbayar untuk kategori Pro, Business, dan Enterprise dengan harga mulai USD14,99 per bulan per host.

Sebagai , untuk license Zoom Pro dikenai tarif USD14,99 per bulan atau sekitar Rp219 ribuan dengan 100 partisipan dan durasi meeting 24 jam. Kemudian untuk lisensi Zoom Business harganya USD19,99 per bulan per host atau sekitar Rp292 ribuan dengan 300 partisipan, dan yang terakhir adalah lisensi Zoom Enterprise harganya juga sama dengan yang Business, yakni USD19,99 per bulan per host dengan 500 partisipan yang bisa ditingkatkan hingga 1.000 partisipan. Setidaknya untuk Zoom Meeting Professional License selama 1 tahun membutuhkan dana sekitar Rp3.511.200.

Lantas apa alasan yang membuat Zoom begitu populer di masyarakat meski ada banyak pilihan aplikasi video conference lainnya? Rupanya karena Zoom dikenal andal dan jarang mengalami down. “Kegunaan dan keandalan Zoom adalah penyebab di balik angka adopsinya yang sangat tinggi,” kata CFO Zoom Kelly Steckelberg, seperti dilansir CNBC melalui Kompas.

Aplikasi Zoom pun menghasilkan latency yang rendah, sehingga relatif tidak akan terganggu dengan jeda pembicaraan serta mampu memertahankan kualitas video dan audio walaupun koneksi internet sedang tidak stabil. Lain dengan aplikasi FaceTime yang hanya tersedia untuk perangkat Apple, Zoom justru hadir di Android dan juga PC. Para pengguna dapat saling mengobrol di ruang obrolan yang sama walaupun memakai perangkat yang berbeda.

Tak cukup sampai di situ, Zoom menyediakan fitur untuk mengunggah gambar atau video untuk dijadikan latar belakang saat melakukan conferencing. Fitur itu sangat populer hingga ditiru oleh Microsoft lewat Teams besutannya beberapa waktu lalu.

Loading...