Banyak Dicari Saat Mati Listrik, Harga Lilin Satu Pak Mulai Rp5 Ribuan

Lilin yang digunakan untuk peneranganIlustrasi : Lilin yang digunakan untuk penerangan - grid.id

menjadi salah satu barang yang masih banyak dicari, terutama ketika terjadi blackout atau pemadaman listrik. Meski sudah ada emergency lamp (lampu darurat) atau alat penerangan darurat lainnya, tetaplah jadi kesukaan masyarakat Indonesia. biasanya dijual secara ecer atau langsung 1 pack. Adapun lilin satu pak cukup , hanya berkisar beberapa ribu hingga belasan ribu saja di .

Setidaknya terdapat beberapa merek lilin yang beredar di , misalnya saja lilin putih Cap Pohon Terang yang dijual cukup murah dengan harga Rp5.000 per pack (isi 8 pcs), Lilin Biola Putih harga Rp5.000 satu pack ukuran sedang atau Rp12.000 per pack ukuran jumbo, lilin lampu Cap Paus isi 8 pcs seharga Rp8.500 per pak, lilin lampu Cap Gajah Mas 1 pak harga Rp9.950, hingga lilin putih super Cap Pinguin yang harganya Rp12.500 satu pak.

Meskipun mungkin terlihat sepele, nyatanya di luar negeri sana seorang remaja berhasil meraup ribuan pound sterling tiap tahun dari berbisnis lilin. Remaja bernama Charlie Griffiths mengaku memulai membuat lilin sejak masih usia 12 tahun.

Dari lilin, Charlie yang tahun 2019 lalu berusia 14 tahun ini berhasil membangun yang juga menjual peralatan rumah tangga, pakaian anak-anak, dan celana panjang. “Aku selalu tertarik memulai bisnisku sendiri. Saya memutuskan untuk mulai berbisnis lilin setelah saya membaca semua hal-hal buruk tentang mereka (lilin) dan saya ingin membuat beberapa yang ramah lingkungan,” kata Charlie pada The Sun, seperti dikutip dari Liputan6..

Berawal dari situ, Charlie membuat sebuah perusahaan yang memproduksi lilin. Tetapi lilinnya didesain ulang dan dipastikan tak mengandung zat-zat berbahaya. Harga lilinnya pun berbeda-berbeda, tergantung dari aroma dan kemasannya. Charlie mengungkapkan, harga lilinnya sekitar 9 pounds hingga 12 pounds atau sekitar Rp161 ribuan sampai Rp215 ribuan.

Bisnis yang digeluti Charlie ini berhasil menjual sekitar 250 produk per tahun dan memberi tahunan sekitar 10 ribu pound sterling, atau setara dengan Rp174 juta. Luar biasa sekali bukan?

Loading...