Harga Lebih Tinggi, Bebek Hibrida Umur 45 Hari Hasilkan Panen yang Menjanjikan

Bebek Hibrida - jualbebekhibrida.blogspot.co.idBebek Hibrida - jualbebekhibrida.blogspot.co.id

Beternak bebek biasa mungkin sudah mulai ketinggalan zaman. Pasalnya kini banyak orang yang lebih memilih membudidayakan bebek hibrida. Bahkan beberapa ada yang mengaku berhasil meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan dari beternak bebek hibrida.

Bebek hibrida berasal dari kawin silang antara bebek betina dan peking jantan. Bebek hibrida sendiri termasuk bibit pedaging yang terkenal ekonomis dan mampu memberikan hasil lebih tinggi dibanding bebek siap potong lainnya. Misalnya saja seperti Fajar Santoso, peternak bebek hibrida asal Sidoarjo setiap hari dapat memotong sekitar 500-750 ekor bebek hibrida dengan keuntungan per hari sebesar Rp 14 jutaan.

Bebek hibrida biasanya digolongkan dalam beberapa kategori usia, yakni bebek hibrida umur 35 hari dengan berat sekitar 1,3 kg dan bebek hibrida umur 45 hari yang beratnya berkisar antara 1,5-1,6 kg. Harga bebek hibrida umur 45 hari umumnya dibanderol antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribuan. Jika bebek biasa dipanen bersamaan beratnya hanya mencapai 1,2 kg, maka bebek hibrida bisa dipanen dalam waktu yang relatif lebih singkat.

“Beternak bebek hibrida cukup mudah, hanya memanfaatkan lahan kosong belakang dengan dibuat sekat-sekat untuk membedakan usia bebek yang siap dipanen dan bebek yang masih muda,” kata Fajar seperti dilansir Lensa Indonesia.

Fajar menuturkan bahwa bebek hibrida juga cukup mudah. Supaya bebek tak terserang , kandang harus disterilkan dengan gamping alias kapur. Sementara itu pakannya juga sederhana, bisa berasal dari pabrikan atau pakan yang diolah sendiri dari dedak, bekatul, ampas tahu, dan enceng gondok.

Selain dapat menghasilkan daging, bebek hibrida juga memiliki keunggulan lain yakni bisa dibudidayakan sebagai penghasil telur yang hasil produksinya bahkan mengalahkan produksi telur bebek lokal. Terlebih bebek hibrida memiliki tingkat keempukan daging yang hampir mirip seperti daging ayam kampung, di samping itu bau dagingnya juga tidak terasa amis.

Berkat usaha ternak bebek hibrida, Fajar Santoso berhasil menyediakan lapangan pekerjaan untuk 25 orang warga di daerah setempat dan berhasil balik modal sekitar Rp 50 juta hanya dalam kurun waktu 1 tahun.

Loading...