Harga Lebih Mahal dari yang Resmi, Modem Wifi Bolt 4G Unlock Ternyata Berstatus Ilegal

Modem wifi bolt orion 4g - www.tokopedia.com

Kehadiran Bolt! di broadband Indonesia memang disambut antusias oleh masyarakat. Selain menawarkan -paket internet dengan yang relatif terjangkau, perangkat modem yang dijual Bolt pun biasanya juga menyediakan internet dengan kecepatan yang tinggi dan cukup stabil. Namun sayangnya modem-modem bawaan Bolt biasanya memang hanya diperuntukkan bagi kartu Bolt saja. Oleh sebab itu banyak pedagang yang berusaha ‘mengakali’ hal ini dengan menjual modem Wi-Fi Bolt 4G Unlock yang dapat digunakan untuk semua operator.

Berbeda dengan modem Wi-Fi (Mifi) bawaan Bolt, mifi Bolt yang telah di-unlock biasanya dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan harga aslinya. Sebagai contoh, Bolt Huawei E5577 Slim 2 Modem Wi-Fi 4G LTE kondisi unlock all operator bisa dijual dengan harga mencapai Rp 1.150.000. Padahal harga asli Bolt Mobile Wi-Fi Slim 2 di situs Bolt hanya dipatok Rp 599 ribu. Cukup jauh bukan selisihnya?

Contoh lain yang juga tak kalah di adalah modem seri BOLT Mobile WiFi ORION yang harga aslinya Rp 299 ribu, tapi jika sudah dalam kondisi unlock harganya akan melambung jadi Rp 487 ribu. Menurut pihak Bolt hal ini cukup merugikan, oleh sebab itu Bolt pun beberapa waktu lalu sempat melaporkan salah satu toko ke polisi.

Direktur PT Internux (Bolt) Dicky Moechtar menjelaskan bahwa modem-modem bolt yang dijual di pasaran memang hanya dirancang untuk menjaring pengguna 4G LTE Bolt saja dan merupakan hasil kerjasama antara perangkat komunikasi dengan PT Internux. Pelaku unlock sendiri kabarnya bisa dideteksi secara mudah melalui IMEI. “Kalau modem di-unlock, jaringan kita bisa memantaunya melalui IMEI. Jaringan itu kan membawa informasi IMEI dari dalam perangkatnya,” jelas Dicky, seperti dilansir Kompas.

Lebih lanjut Dicky menerangkan, modem MiFi Bolt bisa dijual murah lantaran memperoleh subsidi bersama rekanan produsen perangkat. Sedangkan pelaku unlock justru menjualnya dengan harga lebih mahal dari harga subsidi Bolt, tentunya hal ini dinilai merugikan. “Kami turunkan harganya dengan cara subsidi. Tapi pelaku ‘unlock’ justru menjualnya lebih mahal. Kerugian kami ya selisih antara harga wajar di pasar dengan harga subsidi. Dan itu semua kami bersama rekan-rekan yang tanggung,” ucap Dicky.

Loading...