Harga Lebih Mahal dari IndiHome, Paket ASTINet Telkom Sasar Segmen Bisnis

internet - makassar.tribunnews.cominternet - makassar.tribunnews.com

Selain IndiHome, juga menyediakan broadband untuk segmen yang dinamakan ASTINet. ASTINet adalah layanan akses dan multimedia dari Telkom yang menawarkan akses LAN dengan gateway Telkom secara dedicated. Dibandingkan IndiHome, kabarnya kecepatan ASTINet lebih kencang, sehingga tak heran bila Astinet Telkom pun relatif lebih dari IndiHome.

Informasi mengenai tarif atau berlangganan Astinet Telkom berdasarkan forum-forum di internet menyebutkan bahwa paket ASTINet terbagi menjadi 2, yakni ASTINet biasa dan ASTINet Lite. Paket ASTINet biasa menyediakan bandwith mulai dari 1 Mbps hingga 5 Mbps, dengan harga berkisar antara Rp 3.450.000 hingga Rp 13,5 juta. Harga tersebut belum termasuk instalasi atau pemasangan sebesar Rp 2,5 juta dan PPN. Pada layanan ini pengguna diberikan 5 IP Static.

Sedangkan ASTINet Lite adalah versi yang lebih murah dari ASTINet karena hanya menawarkan 1 IP Static. Bandwith yang ditawarkan oleh ASTINet Lite berkisar mulai dari 2 Mbps hingga 20 Mbps dan harga paketannya dipatok antara Rp 1.020.000 hingga Rp 10.175.000. Biaya tersebut belum termasuk biaya instalasi Rp 1,5 juta dan PPN. Harga paket ASTINet Telkom yang berlaku di setiap daerah kemungkinan bisa berbeda-beda tergantung dari kebijakan yang berlaku.

Layanan ASTINet dapat digunakan untuk akses internet secara dedicated dengan menggunakan beragam fasilitas saluran akses yang tersedia, seperti akses leased line, akses DSL (HSMA), dedicated VSAT, akses radio, dan sebagainya. Dibandingkan layanan lainnya, ASTINet memiliki keunggulan jaminan akses 1:1, atau ketersediaan yang sangat tinggi. Bahkan kabarnya harga langganan ASTINet untuk 1 Gbps bisa mencapai Rp 100 jutaan per bulan.

Meskipun biayanya relatif mahal, rupanya kelompok pelanggan high end market dari ASTINet ini telah menyumbang pendapatan sekitar lebih dari Rp 15 triliun untuk PT Telkom pada 2016 lalu. “Pelanggan di luar Jawa mulai tumbuh berkat konsistensi Telkom membangun jaringan backbone, backhaul, dan akses. Selain itu kami juga terus edukasi pasar tentang manfaat dari adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi,” ujar pihak manajemen Telkom seperti dilansir CNN Indonesia.

Loading...