Power Dapat Diatur, Segini Harga Mesin Las TIG Kecil

Mesin Las TIG - (YouTube: TUKANG NEKAT)Mesin Las TIG - (YouTube: TUKANG NEKAT)

JAKARTA – Selain MIG (Metal Inert Gas), pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) juga lazim digunakan untuk material berukuran tipis. Tentu saja, untuk menjalankan tersebut, diperlukan las untuk TIG. Untungnya, saat ini sudah tersedia banyak merk las TIG, dengan mulai ratusan ribu untuk berukuran kecil.

“Pengelasan paling umum adalah listrik dan argon,” terang Ian dari Exhaust Pro Ian, di Pos Pengumben, Jakarta Barat, seperti dilansir Kabaroto. “Listrik bisa menyatukan pelat tipis, seperti bracket tipis dan lainnya, sedangkan argon bisa juga digunakan untuk bracket tebal dan pipa knalpot, hanya saja hasilnya memang lebih tebal.”

Untuk barang-baran bermerk, agar hasilnya rapi dan tidak merusak estetika barang tersebut, bisa memakai MIG dan TIG. MIG, menurut penjelasan Omat dari Omat Custom Knalpot, memakai spool kawat pengaman, lalu dibakar sampai leleh dan menempel antara dasar ke induk. tersebut dapat digunakan di baja ringan, stainless steel, dan aluminium, dari tipis hingga berat.

“Selain MIG, teknik pengelasan model TIG lazim digunakan untuk material berukuran tipis. Nilai lebihnya, mesin ini dapat diatur kekuatannya supaya menghasilkan pengelasan yang diinginkan dan tidak merusak atau membekas pada objek,” papar Omat. “Bisa untuk pipa stainless dan aluminium. Enaknya, power (tenaga) bisa diatur sehingga hasil lasnya juga lebih baik.”

Saat ini, tidak sulit mendapatkan mesin las TIG karena sudah tersedia banyak merk di pasaran. Untuk model kecil, ada buatan Uchiha berkapasitas 1300 Watt yang dilepas dengan harga mulai Rp799 ribuan. Alternatif yang lebih murah adalah MMA-120 berdaya 450 Watt dengan harga Rp688 ribuan, serta MMA-200 berdaya 900 Watt dengan harga berkisar Rp725 ribuan. Sementara, untuk yang lebih mahal, ada Rhino TIG-160e dengan harga Rp1,68 jutaan atau Lakoni 200A dengan banderol Rp3 jutaan.

Sayangnya, dibandingkan dengan lainnya laju pengisian TIG atau GTAW cenderung lebih rendah. Selain itu, diperlukan kontrol kelurusan sambungan yang lebih ketat apabila ingin menghasilkan las berkualitas tinggi pada pengelasan dari satu sisi. Selain itu, dibutuhkan kebersihan sambungan yang lebih baik untuk menghindari cacat gas dan porosity.

Loading...