Diklaim Dapat Bunuh Bakteri, Harga Lampu UVC Germicidal Dipatok Variatif

Lampu UVC Germicidal - sea.banggood.comLampu UVC Germicidal - sea.banggood.com

Lampu dengan sinar Ultraviolet-C (UVC) atau germicidal lamp disebut-sebut ampuh untuk membunuh . Layaknya lampu pada umumnya, lampu UVC germicidal lamp tersedia dalam berbagai pilihan daya (watt) dan dengan pula.

Sebagai contoh, lampu steril UVC germicidal lamp Sankyo Denki 4 watt portable dijual dengan harga Rp185 ribu, UV germicidal lamp Yamano 7 watt Rp70 ribu, lampu UV Osram germicidal UV T8 30W Rp190 ribu, lampu Philips UV germicidal 36 wat T8 Rp500 ribu, dan masih banyak lagi.

Meskipun dianggap efektif untuk membunuh bakteri, menurut Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian Kimia LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan ), Akhmad Darmawan, UVC belum tentu dapat membunuh virus dan virus lainnya. “Kalau sinar UVC itu tidak jamin bisa bunuh virus tapi bisa bunuh bakteri. Kalau bisa bunuh virus itu studinya belum banyak lampu UV itu tidak bisa jamin bisa bunuh virus,” ujar Akhmad, seperti dikutip dari CNN .

Akhmad menambahkan, sampai saat ini masih belum ada penelitian yang dapat menjamin bahwa sinar UVC dapat menginaktivasi atau membunuh bakteri. Menurutnya, bukti konkret bisa dilihat dari galon air minum yang masih bisa berlumut jika terkena sinar matahari. Padahal, sebelumnya galon telah dibersihkan menggunakan sinar UVC untuk membunuh spora lumut.

“Kita tahu kalau air isi ulang supaya steril itu pakai UV tapi itu tidak jamin spora hilang 100 persen. Air isi ulang sudah pakai UV masih bisa berlumut kalau kena matahari,” terang Akhmad.

Sinar UV sendiri memang kerap dipakai peneliti mikrobiologi untuk proses sterilisasi. Namun, sinar UV tersebut bahkan tak dapat menjamin sterilisasi sepenuhnya. Namun, Peneliti bidang mikrobiologi LIPI Sugiyono Saputra mengatakan, UVC adalah salah satu disinfeksi untuk udara dan air. UVC dapat menginaktifkan lebih dari 95% aerosol H1N1 virus influenza.

Efektivitas UVC untuk membunuh bakteri dan virus tergantung dari durasi paparan, intensitas, serta panjang gelombang sinar UVC. “Ada pula yang menyatakan berbagai jenis virus lain dan bakteri juga bisa diinaktifkan dengan UVC, dengan menghancurkan material genetiknya DNA atau RNA sehingga mereka (virus dan bakteri) tidak bereplikasi,” ucap Sugiyono.

Loading...