Harga Kopi Robusta di Pasar Ekspor Sedang Lesu

Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Irfan Anwar mengungkapkan bahwa kondisi kopi robusta di semakin terpuruk. Pasalnya kopi robusta di ekspor terlalu rendah, yaitu hanya 2 dolar AS per kilogram.

“Saat ini petani kopi robusta mulai convert ke komoditas lain seperti cokelat,” kata Irfan di Jakarta.

Menurut Irfan, 80% produksi kopi di Indonesia merupakan robusta, tetapi kurang menguntungkan lantaran harga jualnya terlalu rendah. Produksi kopi robusta tersebar di berbagai Indonesia seperti Lampung, Palembang, dan Jambi.

Sedangkan petani kopi arabika lebih diuntungkan karena saat ini harganya cukup tinggi yaitu sekitar 6 dolar AS per kilogram. Daerah di Indonesia yang menghasilkan kopi arabica adalah Aceh dan Sumatera Utara.

“Petani yang tanam robusta kurang profitable dan ada kendala cuaca, sehingga tanahnya ditanam dengan yang produktif. Kita harus kasih semangat petani jangan tinggalkan ini, karena di dalam negeri dan di luar negeri ,” ujar Irfan.

Sementara itu harga kopi arabika berjangka untuk kontrak paling aktif bulan 2016 ditutup tipis -0,05 sen atau -0,03 persen ke angka 1,4475 dolar AS.

Loading...