Harga Kopi Membaik Meski Produksi Dalam Negeri Turun

Meski produksi kopi Indonesia pada tahun ini diprediksi menurun, namun ada peluang untuk meningkatkan . Pasalnya, kopi saat ini sedang membaik seiring meningkatnya konsumsi terhadap bahan minuman tersebut.

Menurut Sekretaris Eksekutif Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) Jatim, Ichwan Nursidik, harga kopi mulai bulan Juni kemarin sudah mulai stabil. “Seperti harga kopi robusta yang semula 1,4 dolar AS menjadi 1,7 dolar AS. Sementara, harga kopi arabika juga naik menjadi 3,2 dolar AS dari semula 2,9 dolar AS,” jelasnya.

Senada, Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Kopi Indonesia (AEKI), Irfan, mengungkapkan bahwa harga kopi saat ini sedang membaik dan mulai banyak permintaan. “Kami menargetkan nilai ekspor pada tahun ini sebesar 1,3 miliar dolar AS, dibandingkan tahun 2015 lalu di angka 1,2 miliar dolar AS,” ujarnya.

Namun di sisi lain, Irfan tak menampik bahwa produksi kopi di Indonesia saat ini memang cenderung menurun. Selain masalah cuaca, ada kendala lain yakni tua, peralihan robusta ke arabika, serta penebangan pohon dan menggantinya dengan lain.

yang menanam kopi robusta kurang profitable selain ada kendala cuaca sehingga tanah yang ditanami kurang produktif,” jelasnya. “Kami harus memberi semangat kepada agar tidak meninggalkan tanaman ini, karena konsumsi di dalam negeri dan di luar negeri sedang meningkat.”

Loading...