Harga Komoditi Hortikultura Tahun 2018 Alami Kenaikan, Wortel Dijual Rp10 Ribu per Kg

Harga, wortel, per, kg, 2018, kilogram, sayuran, faktor, dampak, pedagang, pasar, Medan, Banyuwangi, kenaikan, persediaan, sembako, di, pasaran, target, pasokan, aman, melonjak, kebutuhan, dapur, kondisi, normal, stabil, penjualan, komoditi, hortikultura, cabai, cabai rawit, cabai hijau, pasar tradisional, kemarau, petaniIlustrasi: wortel di atas meja dapur

penjualan sejumlah komoditas hortikultura mengalami peningkatan di tingkat pasar tradisional. Banyak petani yang menunda penanaman akibat kemarau panjang mulai akhir bulan Juni lalu. Sehingga kurangnya pasokan ke pasar meningkatkan .

“Tidak banyak hasil saat ini,” ujar juru timbang hasil tani, Bp Panglima ketika ditemui medanbisnisdaily.com di Pajak (Pasar) Roga Berastagi, Kabupaten Tanah Karo.

Berdasarkan yang diperoleh di lapangan, harga sejumlah komoditi pertanian per kilogram, di antaranya cabai merah Rp 39.000 (naik dari sebelumnya Rp 37.000-Rp 39.000, cabai hijau naik dari Rp 16.000 menjadi Rp 20.000. Harga cabai rawit stabil Rp 38.000/Kg, tomat mengalami kenaikan beberapa hari terakhir dari Rp 6.000 menjadi Rp 6.800/Kg, kol (kubis) stabil pada harga Rp 5.000/Kg, bunga kol Rp 3.800-4.500 (tergantung mutu). Brokoli bertahan pada harga Rp 2.500.

Kenaikan tidak hanya terjadi di Medan. Beberapa pedagang di pasar kawasan Banyuwangi juga mengaku demikian. “Saat ini harga wortel mulai naik, Namun meski begitu diimbangi dengan kualitas yang sangat bagus. Kalau kemarin harganya murah karena kualitas panennya jelek,” ungkap Wahyudi (48) salah seorang pedagang di Pasar Genteng 1, Banyuwangi kepada Times Indonesia.

Harga wortel mulai merangkak naik di Pasar Genteng I, Banyuwangi. Sebelumnya harga wortel Rp 7.000 per kilogram (kg). Namun di akhir bulan Oktober 2018 ini harganya melonjak menjadi Rp10.000 per kg.

Wahyudi menyampaikan, kenaikan harga ini disebabkan oleh minimnya pasokan wortel dari wilayah penghasil sayuran. Saat ini hanya Kabupaten Probolinggo yang masih memberi pasokan wortel. “Dalam satu karung wortel yang dipasok dari Kabupaten Probolinggo hanya sekitar lima persen saja yang busuk dan rusak, lainnya masih dalam kondisi bagus dan berukuran besar,” ujarnya.

Diperkirakan harga wortel akan terus mengalami kenaikan, karena dilihat dari stok yang ada sudah mulai menipis. “Kalau naiknya mungkin tidak banyak, Rp1.000 saja jika stoknya sudah mulai menurun seperti saat ini,” paparnya.

Sementara itu, Murni (43) salah seorang pembeli asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi mengatakan harga kebutuhan dapur masih dalam kondisi normal. Ia menyebut untuk saat ini tidak banyak perubahan harga sayuran yang signifikan selain harga wortel. “Masih belum ada harga sayuran yang melonjak tajam. Wajar kalau naik cuma naik segitu,” paparnya.

Kenaikan komoditas sayuran tersebut, salah satunya akibat menurunnya pasokan ke pasaran. Dampaknya harga sayuran di pasaran mengalami kenaikan. lain yang menjadi penyebab terjadinya kenaikan harga adalah akibat pasokan kedua komoditi tersebut mengalami penurunan. Kondisi itu yang menyebabkan harga komoditas tersebut terkoreksi naik.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (Diskop UKM-PP) mengaku akan terus memantau persediaan sembako dan perkembangan harga di pasaran. Targetnya pasokan sembako tetap aman sehingga harga sayuran bisa terkendali.

Loading...