Harga Komoditas Menanjak, Rupiah ditutup unggul 87 Poin

Jakarta – Rupiah mengakhiri pergulatan hari pertama pekan ini di pasar spot dengan 87 poin di level Rp 13.252/ pada Senin (20/6). Di awal , Rupiah tampil sumringah sebab menguat 61 poin (0,46%) di level Rp 13.278/USD.

Gerak Rupiah yang seakan enggan lepas dari zona hijau mengisyaratkan bahwa mata uang Garuda konsisten mengekor pada yang kian membaik di pasar spot.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, ruang penguatan Rupiah terbuka semakin lebar seiring dengan Anjloknya indeks dolar. Terpantau, harga jenis WTI Crude menanjak 0,92% menjadi USD48,42 per barel, sedangkan Brent Crude 0,71% menjadi USD49,52 per barel.

Rangga menambahkan, keberpihakan Bank Indonesia terhadap target pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan terpangkasnya semakin menambah optimisme para investor di dalam negeri.

“Akan tetapi, belum adanya kesepakatan mengenai RUU tax amnesty bisa menghancurkan opsimisme pelaku pasar di dalam negeri, kondisi itu dapat menahan laju Rupiah lebih tinggi,” ujar Rangga dalam risetnya, Senin (20/6).

Isu perihal Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) juga tampaknya mulai mereda sehingga sedikit menopang laju penguatan Rupiah, sebut Rully Nova, Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara.

“Diharapkan referendum Brexit mereda sehingga tidak menambah ketidakpastian mengingat laju pertumbuhannya masih melambat,” kata Rully.

Hingga tiba saat jeda perdagangan, Rupiah masih terpantau berada pada level Rp 13.265/USD dengan penguatan sebesar 74 poin. Rupiah terus melaju di jalur hijau dan pada akhirnya ditutup pada level Rp 13.252/USD.

Loading...