Harga Komoditas Melambung di Ramadan, Impor Barang Bukan Solusi Jitu

Kenaikan bahan kebutuhan pokok yang selalu terjadi di setiap bulan Ramadan menurut Indonesia, Joko Widodo, adalah sesuatu yang tidak normal. Karena itu, ia pun memerintahkan kepada jajarannya untuk melakukan apa saja yang diperlukan guna membawa ke tingkat yang ditargetkan.

Harga daging sapi yang telah mencapai Rp130.000 per kg harus diturunkan menjadi Rp80.000 per kg, sedangkan harga bawang merah diperkirakan turun menjadi Rp20.000 per kg dari Rp40.000 per kg. Sementara, harga ditargetkan turun Rp9.500 per kg dan harga gula turun ke Rp12.500 per kg. “Saya sudah menginstruksikan ini sejak tiga minggu yang lalu,” kata Joko Widodo.

“Kenaikan harga ini telah terjadi selama bertahun-tahun dan terlihat seperti biasa,” sambungnya. “Bagi saya, itu tidak normal. Sebagai perbandingan, harga daging sapi di Singapura dan Malaysia berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp55.000 per kg.”

Untuk memenuhi , Indonesia juga telah memutuskan untuk mengimpor 2.500 ton bawang merah dan 27.400 ton daging sapi. Komoditas impor ini rencananya akan dengan harga rendah dan diharapkan tiba di Indonesia pada pertengahan Juni ini.

Meski disambut gembira oleh konsumen, namun langkah Presiden RI ini justru ditentang oleh petani lokal dan dianggap tidak realistis oleh beberapa pengamat. Menurut Asosiasi Bawang Merah Indonesia, harga bawang merah yang saat ini Rp25.000 per kg sebenarnya tidak jauh di atas target Rp20.000 per kg. Jika bawang impor datang, harga bawang merah bisa anjlok hingga Rp10.000 per kg yang akan merugikan petani lokal.

Di sisi lain, peternak mengatakan bahwa impor daging sapi justru akan membunuh peternakan sapi di Indonesia. “Akan sangat sulit bagi petani untuk menerima kebijakan intervensi harga, karena Indonesia tidak memiliki program dukungan atau insentif untuk pemeliharaan sapi,” kata Kepala Peternakan di Badan Pertanian Yogyakarta, Sutarno.

Beberapa pengamat sendiri telah mendesak pemerintah untuk melakukan operasi pasar daging sapi yang menunjukkan harga memang selalu melambung setiap tahun jelang Ramadan. Kecurigaan kepada pengaturan harga telah tumbuh kuat pada tahun ini menyusul penyelidikan oleh lembaga anti-monopoli Indonesia, yang menemukan 32 importir sapi dan perusahaan penggemukan melakukan kolusi untuk memanipulasi pasokan daging sapi pada April lalu.

Komis Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga telah memberikan denda total Rp107 miliar kepada 32 perusahaan tersebut. “Perlu ada proses penyelidikan sebelum kita tahu pasti. Namun, ada kemungkinan masih ada banyak pengaturan harga yang terjadi,” ujar juru bicara KPPU, Mohammad Reza.

Loading...