Biaya Pasang Baru Belum Naik, Berapa Harga Kilometer Listrik Saat Ini?

Harga Kilometer Listrik - www.kompasiana.comHarga Kilometer Listrik - www.kompasiana.com

Kilometer atau kWh meter atau yang juga sering disebut dengan meteran berfungsi untuk mengukur daya yang digunakan dalam . Secara umum, ada 2 macam kWh meter, yakni analog dan . Saat membayar pasang baru listrik, biasanya peralatan kWh meter sudah termasuk dalam pelayanan, sehingga pelanggan tak perlu bingung membeli kilometer listrik sendiri. Tetapi bagi yang membutuhkan pembagian listrik atau keperluan lainnya, juga bisa membeli kilometer listrik tambahan di pasaran dengan harga yang .

Sebagai contoh, kWh meter merek Sanxing 1 phase 5.40A dengan harga Rp200 ribu, lalu ada merk A9MEM3210-TERA iEM3210 KWH Meter Digital 3 Phase Original Schneider seharga Rp2,9 jutaan, dan masih banyak lagi. Harga kilometer listrik biasanya bisa sangat bervariasi, tergantung jenis dan mereknya.

Adapun untuk biaya penyambungan listrik baru kabarnya tidak mengalami kenaikan sejak beberapa tahun lalu. Menurut General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Muhammad Ikhsan Asaad, biaya pemasangan sambungan listrik tergantung dari daya yang akan digunakan. Jadi, apabila dayanya semakin besar, maka akan semakin pula biaya atau sambungan listrik tersebut.

Ikhsan menjelaskan, pada sambungan listrik token atau prabayar, ada 2 komponen yang harus dibayarkan. Salah satunya adalah biaya penyambungan listrik seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 33 Tahun 2014. Dalam peraturan tersebut, biaya sambung daya 450 VA adalah Rp421 ribu, 900 VA Rp843 ribu, dan 1300 VA Rp1,21 juta.

Lalu pelanggan pun akan dikenai biaya sertifikat layak operasi (SLO) dengan biaya yang variatif. Berdasarkan informasi dari laman ESDM, biaya SLO 450 VA Rp40 ribu, 900 VA Rp60 ribu, dan daya tersambung 1.300 watt biayanya Rp95 ribu.

“Yang resmi ke PLN biaya penyambungannya, 450 VA itu berapa itu Permen ESDM Nomor 33. Tapi kan memang ada SLO bukan kami sebenarnya sertifikat layak operasi. Bangunan baru misalnya mau dinyalakan listrik ada SLO. Itu pun ada tarifnya, ada perusahaan-perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah mengeluarkan SLO,” kata Ikhsan, seperti dilansir Detik.

Loading...