Harga Kiloan Lebih Murah, Kertas Bekas Banyak Diminati Pengusaha Online Shop

Harga Kertas Bekas - puzzlefactory.plHarga Kertas Bekas - puzzlefactory.pl

bekas menjadi salah satu yang sebenarnya cukup menguntungkan apabila atau dimanfaatkan kembali. Barang yang bagi sebagian orang mungkin dianggap sampah yang tidak berguna ini nyatanya masih memiliki nilai jual jika ditawarkan ke pengepul barang-barang rongsokan. Di beberapa pengumpul kertas bekas, kertas HVS bekas yang sudah terpakai biasanya dibeli dengan kiloan sekitar seribuan hingga Rp2 ribuan lebih per kilogram (kg).

Menariknya lagi, banyak yang juga menawarkan kertas bekas kiloan di beberapa dengan harga jual sekitar Rp3 ribuan hingga Rp9 ribuan per kilo untuk jenis HVS bekas F4/A4. Kertas HVS bekas tersebut biasanya hanya terpakai di satu sisi saja dan sisi lainnya masih polos atau kosong. Kertas tersebut rupanya banyak diminati oleh pengusaha online shop yang kerap membutuhkan kertas untuk mencetak alamat pembeli/resi pengiriman.

Selain jenis HVS, ada juga kertas buram bekas dengan harga kiloan Rp1.500, kertas rongsok kemasan semen Rp2.700 per kg, kertas majalah bekas Rp1.200 per kg, kertas koran bekas sekitar Rp2.500 perkilo, kertas buku campur bekas sekitar Rp1.800 per kg, hingga rongsok kardus sekitar Rp2 ribuan per kg. Harga di setiap pengumpul kertas bekas bisa saja berbeda-beda.

Bisnis pengumpul kertas bekas ini mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, namun sebenarnya mampu mendatangkan penghasilan yang cukup besar. Hal ini diakui oleh Muhammad Najib, warga Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri. “Sebulan bisa sekitar 20 (juta rupiah),” kata Najib, seperti dilansir Radarlombok.

Najib mengungkapkan bahwa setiap hari ia memperoleh kertas bekas dari berbagai instansi, seperti kepolisian, kampus, instansi pemerintahan seperti Dikpora, dan sebagainya. Tak heran bila dalam waktu seminggu saja ia dapat mengumpulkan kertas bekas hingga berton-ton banyaknya. Kertas yang ia peroleh itu biasanya ia beli dengan harga Rp1.000 per kilo pada 2018 dan tidak jarang juga diperoleh dengan gratis.

Usai mengumpulkan kertas bekas, Najib kemudian menggilingnya dengan mesin yang dirakit sendiri, lalu dijual ke berbagai tempat anyaman gerabah di wilayah Banyumulek dan Masbagik, Lombok Timur. “Sejauh ini hanya saya di wilayah Mataram yang melakukan hal ini sehingga alhamdulillah usaha saya lancar dan tidak terlalu sulit mendapatkan barang kayak kertas-kertas ini,” tandasnya.

Loading...