Harga Ratusan Ribu Rupiah, Kertas Whatman No 40 Kerap Dipakai di Laboratorium

Kertas Whatman No 40 - www.bukalapak.comKertas Whatman No 40 - www.bukalapak.com

Dalam kegiatan di , ada banyak peralatan atau perlengkapan yang dapat menunjang penelitian. Salah satu alat yang cukup sering dipakai adalah kertas saring Whatman. Kertas saring satu ini terdiri dari berbagai ukuran, misalnya saja no 40, 41, 42, dan lain-lain. kertas saring Whatman biasanya berkisar di angka ratusan ribu , tergantung ukuran atau nomornya.

Sebagai , harga kertas saring Whatman no 40 diameter 90 mm dijual mulai Rp304 ribu, kemudian Whatman Qualitative Filter Paper No. 40 (Circle) 7.0 cm harganya Rp583 per 1 box isi 100 lembar, dan Whatman kertas saring no. 40 125 mm putih ukuran 12,5 x 12,5 x 7 cm harganya mencapai Rp750 ribuan.

“Whatman Kertas Saring No. 40 merupakan kertas saring yang digunakan untuk berbagai aplikasi laboratorium. Kertas ini berfungsi sebagai pemisah antara cairan dan padatan. kertas saring ini cocok digunakan untuk industri makanan, pertanian, pemantauan polusi udara, dan deteksi gas,” kata salah satu penjual kertas saring Whatman.

Meski sepintas mungkin seperti kertas saringan biasa, nyatanya 5 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil menciptakan alat bernama Pilator yang dapat berfungsi sebagai pendeteksi salmonella pada makanan dengan memanfaatkan kertas saring tersebut.

Alat detektor bakteri salmonella tersebut menggunakan prinsip kerja biosensor, di mana makanan yang mengandung bakteri akan menunjukkan warna tertentu, mirip seperti test pack kehamilan. “Hanya saja jika test pack kehamilan menunjukkan hasil berbentuk garis, alat kami ini menunjukkan perubahan warna,” ujar Maria Florencia Puspitasari Schonherr, salah satu penemu Pilator di Universitas Brawijaya Malang beberapa waktu lalu, seperti dilansir Merdeka.

Bakteri salmonella sendiri merupakan salah satu bakteri yang sering menyebabkan kasus foodborne disease, yaitu penyakit masuk ke tubuh manusia lewat makanan berbakteri. Makanan yang ada bakterinya tersebut apabila dikonsumsi dapat mengakibatkan gangguan .

“Penggunaan Pilator tidak memerlukan pengujian yang rumit ataupun alat mahal. Hanya dengan meneteskan sampel ke alat, maka akan terdeteksi apakah pada pangan tersebut mengandung salmonella atau tidak,” ungkap Maria.

Walaupun prosesnya sederhana, berdasar hasil penelitian laboratorium menunjukkan bahwa alat itu memiliki hasil pengujian yang cepat dan akurat. “Kami optimis alat ini bermanfaat di masyarakat. Sebab deteksi salmonella praktis. Pilator sendiri berbahan dasar kertas saring Whatman #1 berukuran 5 x 3 x 1 cm ini bisa dibilang merupakan yang pertama di Indonesia,” ujar anggota tim peneliti, Sri Mursidah.

Loading...