Harga Kertas HVS Naik, Banyak Pengusaha Fotokopi & Percetakan Mengeluh

Kertas HVS - provokantor.com

Sejak beberapa bulan lalu harga HVS di tingkat distributor ternyata dikabarkan naik. Masih belum diketahui kenapa penyebab harga mengalami kenaikan. Yang lebih rumit lagi, konsumen yang hendak membeli di distributor kabarnya juga diharuskan melampirkan fotokopi KTP dan NPWP. Kondisi ini tentunya sangat berpengaruh terhadap sejumlah bisnis yang banyak membutuhkan seperti bisnis percetakan, penerbit, hingga fotokopi.

“Jika sebelumnya kertas HVS hanya naik Rp 3.000-Rp 5.000 per dus, kini mencapai Rp 30.000. Rata-rata untuk semua , baik yang diproduksi RAPP maupun Indah Kiat (IKPP),” ujar Afrison, salah satu fotokopi di Pekanbaru, seperti dilansir Riaunews.

Pada bulan Februari 2018 lalu harga kertas HVS mencapai Rp 300 ribu per dus isi 5 rim dan bookpaper Rp 250 ribu per dus isi rim, sedangkan harga kertas HVS 1 rim berkisar Rp 26.500 hingga Rp 56.000. “Ini sangat memberatkan . Terutama kalangan mahasiswa yang menjadi kami,” kata pemilik usaha fotokopi lainnya di kawasan Panam.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ahmad Ingot Hutasuhut mengungkapkan jika pihaknya belum memperoleh seputar kenaikan harga kertas. Walaupun kebijakan tarif harga kertas diatur oleh pemerintah pusat, menurutnya pihak distributor tak bisa menaikkan harga kertas semaunya. “Harus jelas apa penyebabnya. Apakah memang dari pabriknya mengalami kenaikan. Atau ada lainnya yang bertambah sehingga berpengaruh ke harga, ini yang harus dijelaskan,” ucapnya.

Kenaikan harga kertas ini pun turut berdampak pada naiknya harga tulis dan -buku pelajaran. “Saat ini Paperline sudah Rp 550 ribu perdus, padahal sebelumnya masih Rp 525 ribu. Demikian juga -buku pelajaran terbitan Erlangga, Yudhistira, dan lain-lain, rata-rata naik 10 persen,” beber Afrison.

Alhasil beberapa pengusaha percetakan mencoba mengakali kondisi ini dengan mengurangi gramatur kertas HVS untuk menekan biaya produksi. Atau ada pula yang terpaksa membeli kertas sebanyak-banyaknya setiap 6 bulan sekali demi mengantisipasi kemungkinan naiknya harga kertas HVS sewaktu-waktu. Pembelian kertas HVS dalam jumlah banyak ini ternyata diyakini beberapa pemilik usaha percetakan dapat memperkecil ongkos cetak.

Loading...