Harga Karet Capai Level Tertinggi dalam Enam Bulan Terakhir

TOKYO – karet alam untuk pengiriman April di level 189,8 yen per kilogram pada Selasa (8/11) di Tokyo Commodity Exchang, atau sekitar 1,4 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. karet ini sekaligus melonjak 27 persen dibandingkan bulan Agustus, atau mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Harga karet sintetis memang terus meningkat sejak Agustus lalu karena kenaikan harga untuk bahan baku butadiene. Kondisi tersebut telah mendongkrak harga karet alam yang juga banyak digunakan pada aplikasi yang sama. Dari sisi , , , AS, dan -negara menunjukkan perbaikan yang mengindikasikan pertumbuhan konsumsi.

Di China, pelonjakan penjualan mobil akibat pemotongan pajak kendaraan juga meningkatkan permintaan karet untuk bahan baku ban. Berdasarkan data China Passenger Car Association, penjualan mobil berpenumpang di Negeri Tirai Bambu naik selama delapan bulan beruntun. Per Oktober 2016, penjualan mobil meningkat 20 persen secara bulanan menjadi 2,22 juta unit.

Di sisi lain, jumlah curah hujan yang tinggi di wilayah Asia Tenggara juga menjadi sentimen yang mendukung harga karet terus naik. Rubber Authority of Thailand menyatakan bahwa hujan yang membasahi 60 persen wilayah selatan telah menghambat produksi karet. Puncak musim hujan sendiri diperkirakan bakal terjadi pada Desember 2016 hingga Januari 2017.

“Harga karet juga terdongkrak pelemahan yen sebagai aset safe haven,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim. “Setelah sempat menguat, elektabilitas Hillary Clinton membuat pasar berpaling dari yen sehingga komoditas yang menggunakan Jepang menjadi lebih murah bagi pembeli dengan lain.”

Loading...