Harga Capai Rp500 Ribuan, Kapsul Focuson Diklaim Baik untuk Kesehatan Mata

Kapsul Focuson - shopee.co.idKapsul Focuson - shopee.co.id

mata minus, silinder, atau bahkan plus di Indonesia memang cukup banyak. Banyak di antaranya yang lebih memilih menggunakan kacamata sebagai bantu untuk membaca. Namun ada pula yang ingin menyembuhkan rabun hanya dengan mengonsumsi produk atau tertentu yang diklaim dapat mengurangi mata rabun. Saat ini ada banyak produk mata semacam itu seperti Focuson. kapsul Focuson sendiri dibanderol cukup mahal, mencapai Rp450 ribu hingga Rp550 ribu per botol.

yang digolongkan sebagai jamu ini diklaim memiliki sejumlah khasiat atau manfaat seperti meredakan ketegangan dan di mata dalam 5 menit, memulihkan 99% penglihatan dalam rangkaian pertama, meningkatkan ketajaman visual, hingga mencegah berkembangnya penyakit mata dan melemahnya penglihatan.

Obat-obatan semacam itu memang biasanya memiliki klaim yang luar biasa dan lebih banyak diperjual-belikan secara online. Namun rupanya obat penyembuh mata secara umum tak seefektif klaim yang dijanjikan. Menurut Dokter Spesialis Mata Konsultan dr. Sophia Pujiastuti, SpM (K), obat-obatan yang ditawarkan di Instagram atau media sosial lain itu tak membawa hasil langsung sembuh bagi pasien.

Lebih lanjut dr. Sophia mengungkapkan, obat yang biasanya diberikan untuk penderita masalah mata minus atau silinder adalah lutein. Zat antioksidan tersebut dinilai paling baik untuk kesehatan bola mata. “Berbeda dengan antioksidan lainnya, lutein itu sampai ke mata, sedangkan antioksidan lain tidak. Makanya, banyak obat mata yang mengandung lutein ini,” ujar dr. Sophia di Pusat, seperti dilansir Okezone.

Lutein sendiri ternyata bukanlah obat untuk menyembuhkan, tetapi hanya untuk menutrisi mata supaya kondisinya tetap baik. Bahkan zat antioksidan lutein ini sebenarnya tidak melulu bisa didapat dari produk multivitamin, tetapi bisa diperoleh dari sumber alami seperti bayam atau brokoli. Namun ada beberapa hal yang membuat zat lutein dalam sayur tersebut berkurang, yakni akibat proses pengolahan dari sayuran itu sendiri.

Terkait klaim obat mata yang menjanjikan kesembuhan dari rabun, dr. Sophia menegaskan jika klaim tersebut tidak sepenuhnya benar. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk tak terlalu percaya dengan iklan-iklan yang beredar di media. “Setahu saya belum ada fakta yang menjelaskan hal tersebut (menghilangkan minus mata). Anda harus sadar bahwa masalah minus itu bisa terjadi karena lengkung kornea mata bisa agak melengkung atau bola mata lebih panjang dari biasanya,” katanya.

Loading...