Harga Jambu Mete Gelondongan Lebih Murah, Pemerintah Imbau Petani Ekspor Olahan Mete

Harga Jambu Mete - www.idntimes.comHarga Jambu Mete - www.idntimes.com

Berbisnis jambu mete pada dasarnya termasuk yang cukup menguntungkan. Tak hanya untuk dalam negeri, jambu mete juga banyak diekspor dalam bentuk gelondongan atau yang sudah diolah. Harga jambu mete gelondongan atau mentah sendiri relatif lebih rendah dibandingkan yang sudah diolah. Oleh sebab itu, lebih menyarankan para petani untuk memasarkan jambu mete yang sudah diolah.

Adapun harga jambu mete gelondongan atau cashews in-shell (mete yang belum dibuka cangkangnya atau belum dikacip) berkisar antara Rp17 ribuan hingga Rp22 ribu per 1 kilogram. Sedangkan untuk jambu mete kering atau olahan harga jualnya antara Rp90 ribu hingga Rp150 ribuan per kg.

Dikatakan bahwa mete Indonesia dari tahun ke tahunnya semakin prospektif. Sampai semester I 2019, angka mete Indonesia mencapai USD51,6 juta atau naik dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu sebesar USD13,3 juta. Kenaikan nilai mete tersebut juga disusul meningkatnya volume sebesar 74,8%, yakni dari 9,4 ribu ton pada semester I 2018 jadi 16,4 ribu ton pada semester I 2019.

“Meningkatnya konsumsi mete dunia yang didominasi untuk industri makanan menjadi peluang mete Indonesia untuk mengisi -pasar negara industri tersebut sehingga harus ada upaya signifikan untuk meningkatkan , produktivitas dan mutunya,” ujar Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono, seperti dilansir Okezone.

“Mete gelondongan Indonesia diterima dengan baik di pasar Internasional yang memiliki kualitas yang baik walaupun tingkat produksinya masih di posisi ke-10 dunia setelah Vietnam, India, Pantai Gading, Philippines, Tanzania, Guinea Bissau, Benin, Mozambique dan Brazil,” sambungnya.

Pihak Ditjen Perkebunan pun ke depannya akan terus berupaya supaya kacang mete Indonesia yang diekspor bukan lagi berupa gelondongan, namun sudah diproses dengan melalui pengolahan yang baik sehingga menghasilkan turunan dengan nilai tambah tinggi.

Pusat atau sentra produksi mete Indonesia sendiri terletak di NTT sebanyak 49,9 ribu ton, Sulawesi Tenggara sebanyak 25,5 ribu ton, Jawa Timur sebanyak 15,3 ribu ton, Sulawesi Selatan sebanyak 13,2 ribu ton, Jawa Tengah sebanyak 10,8 ribu ton, dan NTB sebanyak 10,3 ribu ton.

Loading...