Harga Jagung Kering Saat Ini Cukup Baik, Jumlah Panen Diprediksi Meningkat

Jagung Kering - www.bukalapak.comJagung Kering - www.bukalapak.com

jagung tahun 2018 ini diprediksi dapat mencapai angka 26 juta ton, lebih tinggi dari produksi tahun lalu yang hanya 24 juta ton. Angka produksi jagung tersebut ditengarai mengalami peningkatan karena didorong oleh yang relatif baik.

Selain itu, menurut Ketua APJI Sholahuddin, produksi tersebut juga meningkat lantaran berupaya melakukan perluasan area tanam serta peningkatan produktivitas. “Saat ini juga terus pola tanam padi – padi – Jagung, di mana dulunya padi – padi – padi,” ujar Sholahuddin, seperti dilansir Kontan.

Dari keseluruhan hasil produksi tersebut, sampai bulan Juni 2017 produksi jagung diperkirakan mencapai 18 juta ton, sedangkan sisanya, yakni sebanyak 8-9 juta ton akan dipanen pada bulan Juli-Desember 2018. Bila dibandingkan dengan semester II 2018, produksi jagung di semester I dinilai lebih tinggi karena masa tanam dilakukan pada lahan tadah hujan atau lahan kering dilakukan bulan Oktober atau November, lalu dipanen bulan Januari atau Februari.

Kemudian masa tanam kedua berlangsung pada bulan Februari atau Maret dan dipanen Juni atau Juli. Sedangkan untuk masa tanam yang dilangsungkan di lahan irigasi atau sawah akan dilakukan pada Juli atau Agustus dan panennya bulan Oktober atau November. “Luas lahan yang punya irigasi teknis untuk jagung lebih kecil dibandingkan dengan yang lahan kering atau tadah hujan,” sambungnya.

Sholahuddin menjelaskan bahwa harga jagung kering saat ini dengan kadar air 15-17% di tingkat pakan berkisar Rp 3.700 hingga Rp 3.900 per kilogram (kg). Sedangkan di tingkat peternak, harganya Rp 3.400 sampai Rp 3.600 per kilo. Harga tersebut menurut Sholahuddin sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Tak jauh berbeda, Ketua Umum Gabungan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo, menuturkan, harga jagung kering dengan kadar air 15% di tingkat pabrik Jabodetabek sekarang diperdagangkan di angka Rp 4.100 per kg, sementara itu di wilayah produsen jagung berkisar Rp 3.700 sampai Rp 3.800 per kg.

Harga jagung yang relatif baik tersebut rupanya mendorong petani untuk menanam jagung. “Jadi, ini merangsang petani untuk bertanam jagung. Apa memang pemerintah membuat harga jagung bagus sehingga petani berpindah jagung saya juga tidak tahu karena nyatanya kondisi di lapangan seperti itu. Petani kan banyak tertarik karena harganya ditekan. Ya ini berhitunglah, semua juga pasti berhitung mana yang lebih untung,” tutur Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir.

Loading...