Berisi Hormon Levonorgestrel, Harga IUD Mirena Lebih Mahal dari KB Spiral Biasa

Jenis Alat Kontrasepsi Intrauterine Device (IUD)Jenis Alat Kontrasepsi Intrauterine Device (IUD)

kontrasepsi non-permanen ada bermacam-macam. Salah satu jenis yang umum digunakan oleh para ibu di Indonesia adalah Intrauterine Device (IUD) atau yang biasa disebut KB spiral. Nah, KB spiral ini pun masih dikelompokkan lagi menjadi dua jenis, yakni IUD berlapis tembaga dan IUD berisi hormon. Secara umum, IUD berisi hormon seperti merek Mirena memang dengan yang relatif lebih mahal dibanding IUD tembaga biasa pada 2021.

Sebagai perbandingan, harga IUD Andalan di dipatok cukup murah, hanya berkisar antara Rp12.500 hingga yang termahal Rp150 ribuan saja. Sedangkan IUD Mirena yang berisi hormon Levonorgestrel dijual dengan harga terpaut jauh lebih mahal, sekitar Rp2,6 juta sampai Rp4 jutaan. Luar biasa sekali bukan?

Menurut dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, IUD berlapis tembaga adalah IUD yang muncul pertama kali, baru kemudian muncul IUD berisi hormonal yang merupakan IUD terbaru. Lebih lanjut dr Hari menjelaskan, angka kegagalan pada IUD berlapis tembaga sekitar 0,52 per 1.000 pemakai, sedangkan angka kegagalan pada IUD berisi hormon yaitu 0,06 per 1.000 pemakai.

“IUD berisi hormon memiliki angka kegagalan KB lebih rendah tetapi tidak signifikan secara statistik. Selain angka kegagalan, angka kejadian ektopik ( di luar kandungan) pada IUD berisi hormon lebih rendah hingga seperempat dari IUD biasa,” jelas Hari, seperti dilansir Detik.

Ia menerangkan, pemakaian IUD hormonal juga signifikan dalam menurunkan kejadian perdarahan yang biasanya terjadi lebih lama, banyak, dan tidak teratur seperti pada pemakaian IUD jenis tembaga. Sayangnya, harga IUD hormonal memang sekitar 10 kali lipat harga IUD berlapis tembaga. “Tetapi apabila kita memikirkan efisiensi biaya yang dikeluarkan untuk durasi 5 tahun, maka harga tersebut masih lebih murah dibanding pil KB dengan kualitas hormon yang sejajar,” bebernya.

Dengan menggunakan IUD hormonal seperti Mirena kabarnya sang pengguna tidak akan mengalami siklus menstruasi seperti saat menggunakan IUD tembaga. IUD Mirena pun dapat bertahan hingga 5 tahun lamanya. IUD Mirena lebih banyak disukai oleh para di Eropa yang merasa lebih nyaman jika tidak mengalami siklus haid setiap bulan, sedangkan IUD tembaga lebih populer di .

Loading...