Harga Isi Ulang Terjangkau, Bahaya Mengintai di Balik Rokok Elektrik

Rokok Elektrik - bali.tribunnews.comRokok Elektrik - bali.tribunnews.com

Rokok elektrik kini memang semakin banyak digunakan oleh masyarakat , khususnya kaum remaja, karena diklaim lebih ‘aman’ dibandingkan rokok konvensional. Dengan hanya membeli cairan isi ulang dengan mulai Rp12.500 hingga Rp227 ribuan (tergantung dan kemasannya), para pun bisa merokok dengan rasa yang beragam. Padahal, rokok elektrik ini memiliki risiko kesehatan yang tidak main-main, termasuk stroke.

Di dalam rokok elektrik terdapat tabung berisi cairan yang dapat diisi ulang, yang biasa disebut dengan likuid atau liquid. Likuid sendiri sebagai bakar rokok elektrik ternyata masih mengandung zat nikotin dengan kadar yang bervariasi. Sayangnya, meski tahu bahwa mayoritas rokok elektrik ini mengandung nikotin, masyarakat tetap merasa aman ketika mengonsumsinya.

“Kami memang sampai saat ini belum memiliki data yang cukup untuk menyatakan keamanan ini dikaitkan dengan kesehatan jantung. Kami belum mengetahui efek jangka panjangnya karena ini tergolong baru di Indonesia,” ungkap Kepala Deputi Bagian Informasi, Komunikasi, dan Yayasan Jantung Indonesia, dr. Siska Suridanda Danny, SpJP(K), dikutip Tempo. “Meski begitu, kandungan nikotin pada rokok elektrik memiliki efek adiksi yang berpotensi menyebabkan kecanduan.”

Sebuah studi yang dilakukan Institut Penelitian Neurosains dan Perilaku Manusia, Universitas California Los Angeles, AS pada tahun 2011 lalu menemukan bahwa ada hubungan kuat antara kecanduan nikotin pada remaja dengan rendahnya tingkat aktivitas otak, khususnya di korteks prefrontal. Pada tingkat kecanduan yang lebih tinggi, nikotin bersifat toksik sekaligus mematikan karena memengaruhi otak.

Di samping itu, nikotin yang ada pada rokok elektrik dipercaya bisa membuat risiko kanker dan stroke lebih besar di tubuh. Para ilmuwan di Institut Karolinska di Swedia menemukan bahwa para perokok elektrik akan mengalami peningkatan denyut nadi, denyut jantung, dan tekanan darah jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak merokok.

“Satu hal yang kita lihat dengan mudah dari efek merokok elektrik yang mengandung nikotin adalah perokok mengalami peningkatan tekanan darah,” jelas salah satu dari Institut Karolinska, Magnus Lundback. “Perokok juga mengalami kondisi ketika arteri di tubuhnya menegang. Jika merokok dilakukan dalam jangka waktu panjang, risiko stroke meningkat berkali-kali lipat.”

Loading...