Penting untuk Penanganan Sampah, Harga Incinerator Limbah Medis Dipatok Variatif

Incinerator Limbah Medis - padang.tribunnews.comIncinerator Limbah Medis - padang.tribunnews.com

Dalam kondisi seperti sekarang, jumlah di Indonesia terus meningkat. Untuk meminimalisir sampah-sampah tersebut, beberapa biasanya menggunakan incinerator untuk membakar limbah medis dalam jumlah besar dan yang sangat tinggi. incinerator limbah medis sendiri cukup , berkisar mulai puluhan juta sampai lebih dari ratusan juta , tergantung spesifikasi dan kapasitas incinerator.

Sebagai contoh, incinerator dengan kapasitas atau 5-9 kg per jam dijual seharga Rp44 juta, incinerator sampah medis kapasitas 30 kg per jam harganya Rp100 juta, incinerator mini kapasitas 10 kg Rp19 juta, incinerator mini manual galvanis kapasitas 30 liter Rp3 juta, incinerator sampah medis tanpa asap Rp60 juta, hingga incinerator portable kapasitas 40-50 kg per jam harganya Rp20 juta.

Menurut Spesialis Paru Erlang Samoedro, sampah medis memang membutuhkan perlakuan khusus. “Memang limbah medis harus dilakukan treatment sendiri untuk yang positif. Karena yang positif itu bisa menularkan, walaupun itu dari limbah medis. Karena limbah medis ini banyak sekali virusnya. Kalau bisa disatukan di tempat khusus sendiri, kalau bisa dilakukan pembakaran, atau penimbunan untuk limbah medisnya itu sendiri,” kata dr Erlang, seperti dilansir Medcom.

Sementara itu, Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Muhammad Reza Cordova menyebutkan bahwa ada sejumlah opsi yang dapat dilakukan pihak berwenang untuk mengurangi potensi kebocoran sampah medis, baik di sungai maupun di laut.

“Ada kemungkinan me-recycle kembali sampah yang memang bisa di-recycle. Tetapi itu butuh disinfeksi yang sangat bagus dulu, baru kemudian bisa di-recycle. Alternatifnya adalah dimusnahkan. Pemusnahannya dengan cara apa? Sebenarnya banyak, ada pakai autoclave, pakai incinerator,” terang Reza.

Akan tetapi, Reza menjelaskan, pemusnahan sampah medis tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Misalnya pemusnahan limbah dengan incinerator, rupanya harus dilakukan dengan suhu lebih dari 1.000 derajat celsius. “Kalau kurang dari 1.000 derajat, dia malah bisa menghasilkan dioksin. Jadi bumerang malahan,” kata Reza. Dioksin sendiri merupakan senyawa yang dihasilkan dari pembakaran sampah plastik yang tidak sempurna, sehingga mempunyai potensi racun untuk beberapa organ dan sistem tubuh.

Loading...