Harga Mulai Rp26 Ribuan, Obat Tetes Hidung Iliadin Harus Digunakan Sesuai Dosis

Ilustrasi: penggunaan obat tetes hidung (sumber: medicaldaily.com)Ilustrasi: penggunaan obat tetes hidung (sumber: medicaldaily.com)

Orang yang mengalami sakit dan biasanya ada yang suka menggunakan obat atau semprot untuk meredakan tersumbat. Saat ini ada banyak merek di yang bisa digunakan untuk bayi, anak-anak, atau orang dewasa, misalnya saja seperti Iliadin. Obat tetes Iliadin dijual dengan beragam, tergantung variannya.

Iliadin sendiri tersedia dalam 3 varian di apotek, yakni Iliadin Kinder 0,025% 10 ml yang dibanderol seharga Rp71.339 di Apotek K24, Iliadin Spray 0,05% 10 ml harga Rp72.346, dan yang harus menggunakan resep dokter varian Iliadin Moist 0,65% Drop 30 ml seharga Rp26.958 per botol. Meski diklaim dapat meredakan peradangan pada hidung juga rinitis akut, amankah menggunakan nasal decongestant spray (obat semprot hidung)?

Obat semprot hidung sendiri umumnya bekerja pada reseptor di pembuluh darah di hidung, kemudian membuat pembuluh darah menyusut dan membuka, sehingga penggunanya bisa bernapas lebih lega. Dosis penggunaan obat tetes atau semprot hidung pun biasanya dibatasi, sehari hanya 2 kali dengan 2-3 semprot dan maksimal terapi selama 3 hari.

Jika lebih dari 3 hari ternyata tak mengalami progres yang membaik, pengguna pun disarankan mendapat penanganan dari dokter. Menurut Madeleine Schaberg, M.D., spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan di New York Eye and Ear Infirmary of Mount Sinai, pemakaian obat yang terlalu sering justru bisa mengembangkan kondisi rhinitis medicamentosa atau hidung mampet yang berulang.

Pasalnya, setelah 3-4 hari penggunaan obat tetes/semprot hidung secara konstan, maka pembuluh darah di saluran pernapasan akan mulai bergantung pada semprotan. Dengan demikian, apabila tidak menggunakan obat tersebut, maka katanya hidung akan kembali mampet.

“Mereka bahkan mulai membengkak melampaui ukuran normal karena bergantung pada bahan kimia. Ini semacam lingkaran setan yang dapat bertahan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Saya sudah bertemu beberapa pasien yang telah tergantung pada semprot hidung untuk bisa bernapas secara normal selama 10 tahun,” jelas Schaberg. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan obat-obatan apapun sesuai dosis yang dianjurkan.

Loading...