Mengandung Daun Katuk & Klabet, Segini Harga Herbatia Sari ASI di Apotik

Suplemen Mempelancar ASISuplemen Mempelancar ASI

Setiap yang baru melahirkan pada dasarnya memiliki kemampuan yang sama untuk memberikan (ASI) pada bayinya. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang mungkin menghambat keluarnya ASI. Untuk merangsang keluarnya ASI, beberapa biasanya mengonsumsi produk-produk ASI booster, baik dalam wujud , , atau semacamnya. Salah satu produk yang diklaim sebagai pelancar ASI adalah Herbatia Sari ASI. Produk Herbatia Sari ASI di apotik dengan Rp48 ribu sampai Rp52 ribu per box isi 3 blister @10 kapsul.

Dalam Herbatia Sari ASI diklaim Mengandung Sauropus androgynus folium extract (daun katuk) 250 mg dan trigonella foenum graecum semen extract (klabet) 300 mg. herbal ini disebut-sebut dapat meningkatkan ASI sekaligus memperlancar aliran ASI.

Produk Herbatia Sari ASI dapat diminum dengan dosis 3 kali sehari sebanyak 1 kapsul sesudah makan. Herbatia Sari ASI disarankan untuk mulai dikonsumsi 1-2 minggu menjelang persalinan agar dapat membantu menyiapkan ASI bagi sang bayi. Selain itu, ibu juga dianjurkan minum air putih yang cukup secara berkala selama menyusui untuk merangsang produksi ASI. Herbatia Sari ASI bisa terus dikonsumsi hingga ibu merasa ASI-nya sudah berlebih untuk bayi dan cadangan stok ASI.

Seperti diketahui, daun katuk memang sudah lama dikenal mampu membantu melancarkan ASI. “Ada beberapa bahan alam yang lazim digunakan, misalnya daun katuk, daun torbangun (bangun-bangun), daun kelor, klabet, kacang-kacangan dan berbagai bahan lainnya,” kata Konselor Laktasi, Dosen & Peneliti Bahan Alam, dr. Fenny Yunita, seperti dilansir iNews.

Menurut penelitian berjudul Efektivitas Ekstrak Daun Sauropus Androgynous Dalam Meningkatkan Status Produksi ASI Ibu, ekstrak daun katuk dapat meningkatkan kuantitas produksi ASI hingga 50,7%. Daun katuk juga mengandung banyak zat gizi seperti asam folat, vitamin A, B, C, dan D, yang mampu meningkatkan hormon prolaktin untuk produksi ASI.

“Daun katuk mengandung steroid dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolaktin atau hormon pelancar ASI. Kadar prolaktin yang tinggi akan meningkatkan, mempercepat dan memperlancar produksi ASI,” ungkap dokter yang juga aktivis Pejuang ASI, Ameetha Drupadi. Selain itu, ibu juga harus memenuhi kebutuhan nutrisi lain seperti karbohidrat, protein, lemak, dan buah. “Jadi, asupannya yang paling baik yakni gizi seimbang dengan kalori terjaga, yakni sekitar 2.800 kalori per hari,” tandas Ameetha.

Loading...