Minimalkan Risiko Penularan Bakteri, Berapa Harga Handscoon Steril?

Ilustrasi : handscoon atau sarung tangan yang digunakan paramedis - www.merdeka.com

JAKARTA – Selain masker, handscoon atau sarung tangan merupakan salah satu piranti yang kerap digunakan para tenaga medis untuk mencegah penularan virus atau dari droplet pasien. Diklaim steril, selama kemasan tidak dibuka, sarung tangan sudah dijual bebas di berbagai medis maupun situs jual beli online dengan yang relatif terjangkau.

“Sarung tangan steril adalah alat pelindung diri untuk keperluan medis yang membutuhkan peralatan steril, seperti operasi atau pembedahan,” tulis Medicalogy, sebuah toko peralatan kesehatan. “Tujuan penggunaan sarung tangan ini adalah untuk melindungi pasien dari risiko terkena pada luka terbuka, juga melindungi petugas kesehatan dari risiko terinfeksi oleh pasien yang membawa virus, kuman, dan mikroorganisme lainnya.”

Menggunakan sarung tangan steril merupakan komponen kunci dalam meminimalkan penularan serta mempertahankan bebas infeksi. Meski demikian, peralatan tersebut tidak dapat dijadikan pengganti cuci tangan. Artinya, walau terdapat sarung tangan, prosedur cuci tangan harus tetap dilakukan sebelum menggunakan sarung tersebut.

Saat ini, sudah banyak merk sarung tangan steril yang telah dijual di . Harganya jualnya pun relatif terjangkau. General Care dan MPM misalnya, dijual dengan harga masing-masing mulai Rp5.280. Kemudian, merk Gammex ditawarkan dengan banderol mulai Rp9.350. Bahkan, Maxter dilepas dengan harga hanya Rp3.500. Namun, ada juga yang terbilang mahal, seperti OneMed yang dijual Rp33 ribuan atau Protos yang ditawarkan Rp47 ribuan.

Tidak seperti sarung tangan pada umumnya, ada prosedur tersendiri jika hendak memakai sarung tangan steril. Sebaiknya, kuku jari tangan dipotong terlebih dahulu agar tidak merobek handscoon. Lepaskan pula aksesori seperti cincin ata u gelang. Sebelumnya, cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun, lalu masukkan tangan yang lebih dominan terlebih dahulu. Setelah dipakai, disarankan untuk tidak menyentuh benda-benda yang menimbulkan bakteri atau infeksi.

“Baik sarung tangan lateks maupun medis dirancang untuk sekali pakai,” jelas Lucy Wilson, ketua departemen pelayanan kesehatan darurat di University of Maryland Baltimore Country, disalin dari Kompas. “Salah satu alasannya, karena melepas sarung tangan adalah sulit dan kita dapat mengotori tangan dan sarung tangan ketika melepasnya.”

Loading...