Harga Gula di 2016 Fluktuatif, Kadang Naik dan Kadang Turun

Pada tahun 2016 ini, harga gula diramal akan bergerak , terkadang dan terkadang . Pernyataan dari pangan dunia (Food and Agriculture Organization atau FAO) yang menyatakan tentang defisit gula di kisaran 3,3% hingga 3,5% pada tahun 2016, serta kondisi Cina yang diprediksi tumbuh di bawah 7% akan memengaruhi pergerakan harga gula sepanjang tahun ini.

“Perkiraan defisit gula oleh FAO disebabkan di Brazil Selatan, yang merupakan daerah penghasil gula terbesar di dunia, sehingga berdampak pada menurunnya produksi gula dunia,” jelas Direktur Asosiasi Gula (AGI), Tito Pranolo. “Selain itu, perlambatan di Cina juga akan berdampak ke semua sektor, termasuk demand terhadap gula.”

Fluktuasi harga gula ini bisa dilihat di Jakarta. Di Jakarta Barat, harga gula per 7 April 2016 naik Rp500 menjadi Rp14.000 per kg dibanding hari sebelumnya. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Jakarta Timur. Sementara di Jakarta Selatan, harga gula hari ini naik Rp1000 dibanding hari sebelumnya menjadi Rp14.000 per kg.

Di Jakarta Pusat, harga gula relatif stabil di angka Rp13.000 per kg. Sementara di wilayah Jakarta Utara, harga gula hari ini justru turun menjadi Rp13.000 per kg, setelah sebelumnya berada di angka Rp14.000 per kg.

Loading...