Garam Curah Anjlok, Harga Garam Dolphin 1 Kg Mampu Bertahan Rp12 Ribuan

Harga Garam - news.yale.eduHarga Garam - news.yale.edu

Garam termasuk yang penting bagi masyarakat Indonesia. Sayangnya garam ternyata juga cukup , mengikuti ketersediaan dan juga pasar. Di biasanya garam yang diperjual-belikan adalah garam lokal curah atau garam dalam kemasan. Sebagai contoh, untuk garam kemasan Dolphin saat ini harga jualnya berkisar antara Rp12.500 hingga Rp16.000 per 1 kg.

Sementara itu, harga garam industri di pasaran saat ini kabarnya tengah merosot ke angka Rp300 per kilo. Alhasil, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dikoordinasikan oleh Kemenko Maritim saat ini tengah membahas tentang Harga Pokok Penjualan (HPP) Garam Industri.

“Besaran HPP lagi digodok. Sekarang posisinya sudah ada di Sekretariat Kabinet,” ujar Plt Asisten Deputi Peternakan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Toni Nainggolan di Jakarta, Selasa (24/9), seperti dilansir Kompas.

Setelah komoditas garam dikeluarkan dari Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 Tentang Barang Pokok dan Barang Penting, harga banderol garam dikabarkan terus anjlok lantaran tak ada harga acuan pastinya. Oleh sebab itu, pemerintah berencana memasukkan lagi harga garam dalam PP 71/2015 supaya stabilitas harganya senantiasa terjaga. Terlebih karena garam industri begitu dibutuhkan di Indonesia.

“Dulu itu sudah dimasukkan tapi dikeluarkan. Sekarang dimasukkan lagi untuk diatur harganya, misalnya seperti beras, garam, dan komoditas pokok dan penting lainnya,” beber Toni. Sayangnya ia masih belum bisa memastikan kapan revisi peraturan tersebut selesai. Terkait kewenangan HPP garam sendiri ada di tangan Kemenko Maritim.

“Kita sih berharapnya segera. Tapi saat ini sudah di Setkab. Menko Maritim sudah mengajukan surat ke Kemendag. Nanti Kemendag memproses dan mengusulkan usulannya seperti apa. Nanti baru keluar HPP,” ucap Toni.

Ke depannya HPP itu akan jadi acuan harga untuk industri dalam membeli garam lokal. “Jadi HPP ini diatur hanya untuk industri. Kalau konsumsi beda lagi. Kemarin Pak Luhut (Menko Maritim) bilang penetapannya hanya K1 saja, karena banyak kriteria yang mesti dipenuhi untuk industri, dari kandungan air, magnesium, kalsium, SNI, dan lainnya,” tandasnya.

Loading...