Tak Boleh Diminum Sembarangan, Berapa Harga Obat Farsorbid 5 Mg?

Obat Farsorbid 5 Mg - www.sehatq.com

Obat yang mengandung isosorbid dinitrat seperti Farsorbid memang menjadi penolong bagi -pasien yang mengalami keluhan sakit dada atau angina pektoris akibat koroner. Produk yang tergolong obat keras ini tersedia dalam dua , yakni Farsorbid 5mg dan 10mg. Adapun Farsorbid 5 mg di dijual Rp352 per , sedangkan Farsorbid 10 mg harganya Rp674 per .

“Pasien-pasien atau individu yang dicurigai mempunyai ancaman atau faktor risiko terjadinya serangan jantung dianjurkan membawa obat ini ke manapun berada untuk digunakan sewaktu-waktu jika dicurigai terdapat keluhan serangan jantung,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr Isman Firdaus, SpJP, MD, seperti dilansir Detik.

Di sejumlah , obat sejenis isosorbid dinitrat dijual dalam berbagai sediaan, mulai dari tablet, spray (semprot), patch (tempel), dan suntikan (injeksi). Meski cocok untuk keadaan darurat, obat Farsorbid sebenarnya tidak disarankan untuk diminum tanpa dokter. Pasalnya, isosorbid dinitrat memiliki efek samping seperti memicu terjadinya hipotensi atau penurunan tekanan darah. Oleh sebab itu, obat seperti Farsorbid tidak dianjurkan untuk pasien dengan tekanan darah sistolik kurang dari 80 mmHg.

“Efek samping lainnya adalah terjadi sakit kepala atau pusing akibat turut melebarnya pembuluh darah di kepala. Pemberian obat ini juga tidak direkomendasikan pada pasien yang sedang mengonsumsi obat-obatan disfungsi ereksi golongan sildenafil dan dengan tekanan darah rendah,” terang dr. Isman.

Farsorbid biasanya dianjurkan diminum dengan dosis sebanyak 1-2 tablet di bawah lidah setiap 2-3 jam sesuai kebutuhan, yakni 30 menit sebelum makan atau dalam kondisi perut kosong. Namun demikian, Direktur Utama RS Jantung Jakarta dr. M. Andi Yassiin menyebutkan bahwa tablet sublingual (diisap di bawah lidah) untuk penderita jantung sifatnya hanya sementara, bukan untuk diminum terus-menerus.

“Obat di bawah lidah memang sedikit melebarkan pembuluh darah. Tapi ingat, ini sifatnya sangat sementara sampai dokter melakukan tindakan pada pasien. Kita harus tahu mana obat yang sifatnya diminum sementara dan seumur hidup. Kalau obat yang dihisap di bawah lidah itu hanya sementara bekerja. Sehingga tanpa tindakan, tidak ada gunanya. Kalau pasien merasa enakan dan obat itu membuat tenang, tetap saja itu tidak mengobati. Artinya, hanya mengulur waktu saja,” tandasnya.

Loading...