Mengandung Ibuprofen, Harga Obat Farsifen Dibanderol Terjangkau

Seseorang sedang mengalami demam dan sakit kepalaIlustrasi : Seseorang sedang mengalami demam dan sakit kepala

Ibuprofen dikenal sebagai zat yang cukup efektif untuk berbagai indikasi medis seperti menurunkan demam, kepala, gigi, pada telinga, haid, rematik, otot, pasca operasi, dan sebagainya. Ibuprofen dalam berbagai dagang, salah satunya Farsifen. Farsifen dengan variatif, tergantung dari variannya.

Di apotik ada beberapa varian Farsifen, mulai dari Farsifen 400 mg tablet yang tergolong obat keras dan harus menggunakan resep dokter. Obat satu ini dijual per tablet dengan harga Rp689 per tablet di Apotek K24. Kemudian ada juga Farsifen 200 mg yang bisa dibeli tanpa resep, harganya Rp4.576 per strip isi 10 tablet. Farsifen Sirup 60 ml harganya Rp8.727 per botol, dan Farsifen Plus Capsule harganya Rp4.521 per strip isi 10 tablet.

Meskipun bermanfaat untuk menghilangkan rasa sakit atau nyeri, menurut dari Perancis dan Denmark menemukan bahwa ibuprofen yang dikonsumsi ibu hamil dalam trimester pertama kehamilan berpotensi menyebabkan kerusakan irreversible atau kerusakan yang tak dapat disembuhkan lagi. Pasalnya, ibuprofen disebut-sebut memengaruhi ovarium dan bayi di masa depan.

“Kami tahu bahwa tingkat kesuburan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, dan kami mencari alasan potensial mengapa hal itu terjadi,” ujar Rod Mitchell, penulis penelitian dari Universitas Edinburgh, seperti dilansir dari The Guardian melalui Kompas.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction tahun 2018 lalu, rata-rata sampel yang terkenal ibuprofen mempunyai 50 persen sel ovarium lebih sedikit, dan lebih sedikit sel yang bisa berkembang jadi telur. Hal itu pula yang mengakibatkan peningkatan kematian sel dan semakin sedikit sel yang berlipat ganda.

Penelitian berikutnya menunjukkan kerusakan terjadi sejak 2 hari usai terpapar ibuprofen untuk janin berusia 8-12 minggu. Walau penggunaannya dihentikan, kabarnya kerusakan tidak bisa diperbaiki. Akan tetapi, Mitchell memperingatkan bahwa kemungkinan situasi di tubuh akan berbeda dengan situasi ketika diamati dalam laboratorium.

“Jika kita melihat efek yang terjadi pada sel janin di laboratorium, ini bisa mengindikasi bahwa ibuprofen berdampak pada kesuburan, tetapi apa yang sudah kami lakukan belum dapat dibuktikan selain dalam penelitian,” ujarnya. Meski demikian, ibu hamil katanya tetap boleh mengonsumsi ibuprofen dalam dosis terendah dan untuk waktu sesingkat mungkin. Ibu hamil pun lebih disarankan mengonsumsi parasetamol dibanding ibuprofen.

Loading...