Dipakai Sebagai Anestesi Lokal, Harga Etil Klorida Spray Variatif

Produk etil klorida spray (sumber: lazada.co.id)Produk etil klorida spray (sumber: lazada.co.id)

Etil klorida merupakan zat yang banyak dipakai sebagai obat semprot untuk menghilangkan rasa sakit sementara. Ethylchloride Spray kerap disemprotkan pada atlet ketika mengalami cedera supaya bagian tubuhnya tersebut tak terasa sakit. Namun etil klorida spray ini sifatnya hanya temporer, bukan untuk menghilangkan rasa sakit seterusnya. etil klorida spray di pasaran pun beragam, tergantung dan ukurannya.

Sebagai contoh, Chloretil Walter Ritter buatan Jerman dijual dengan harga mulai Rp74 ribu hingga lebih dari Rp300 ribuan per botol isi 100 ml. Ada juga Chlorethyl Duta Kaisar 100 ml yang dijual seharga Rp224 ribuan per botol di K24.

Obat semprot yang termasuk kategori anestesi lokal ini digolongkan sebagai obat keras, sehingga pembeliannya memerlukan . Sebagai skin anestesia, etil klorida spray diklaim dapat mengurangi rasa nyeri saat terkilir atau memar, bahkan juga bisa mengurangi rasa sakit sebelum proses penusukan jarum atau pembedahan.

Zat etil klorida sendiri bukan hanya digunakan sebagai penghilang rasa sakit. Zat ini terkadang juga terkandung dalam pembalut sekali pakai. Hal ini pula yang kerap memicu gatal dan iritasi pada area kewanitaan saat menggunakan pembalut sekali pakai.

Menurut penelitian yang dilakukan kelompok konsumen Women’s Voices for the Earth pada 2014 lalu, ternyata ada beberapa kandungan zat kimia berbahaya dalam pembalut sekali pakai. Misalnya saja aseton yang bisa menyebabkan iritasi atau bahkan mengganggu sistem reproduksi, lalu ada styrene yang tergolong bahan kimia karsinogen pemicu kanker, chloromethane yang berefek negatif pada sistem saraf, hingga ethyl chloride yang bisa menyebabkan gangguan otot pada paparan konsentrasi tinggi.

“Perhatian kami adalah soal [pembalut] yang kurang transparan mengenai bahan,” kata Direktur Sains dan Riset Women’s Voice for the Earth, Alexandra Scranton, seperti dilansir CNN Indonesia.

Untuk menghindari paparan zat-zat berbahaya, para pembalut wanita sebaiknya rajin mengganti pembalut dalam jangka waktu tertentu. Ahli kandungan, dr Riyani Kadarsari menganjurkan para wanita mencegah organ intim terpapar dari pembalut yang lembap dan basah terlalu lama. “Kalau kondisi [pembalut] basah, bisa timbul iritasi lalu bisa jadi infeksi buat kulit,” ucapnya.

Loading...