Harga Ethereum Naik Tipis 1,27% ke Level USD 248,68

ethereum

Berdasarkan data dari Coindesk, hari ini, Minggu (9/7) naik sebesar 1,27% ke posisi USD 248,68 atau Rp 3,3 jutaan per 1 setelah dibuka pada level USD 245,55. Sepanjang perdagangan hari ini Ethereum mencapai level tertinggi USD 273,48 dan level terendah berada pada angka USD 237,31 dengan pangsa sebesar USD 23,16 miliar.

Sejak Jumat lalu pasar berbalik melemah lantaran 5 mata uang teratas membukukan kerugian setidaknya 9%. Harga Ethereum cukup anjlok, sedangkan sempat melemah namun berhasil bertahan.

Jumat lalu harga Ether turun 7% dan 18% sepekan ini. Sejak melampaui level USD 400 pada (12/6) lalu dan mencatat kemajuan yang pesat, harga Ethereum telah anjlok hampir 40%. Dengan nilainya sekarang yang berada di bawah level USD 250, Ethereum telah mengalami penurunan dari nilainya sebulan lalu. Pangsa pasar Ethereum kini hanya sekitar 57% dari Bitcoin.

Beberapa waktu lalu ETH sempat mencapai angka puncaknya hampir mendekati USD 400, berdasar Coinmarketcap. Kenaikan harga yang spektakuler tersebut menurut para analis akan dipenuhi dengan volatilitas harga di masa depan. Para penggemar Ethereum mengacu pada fenomen yang dikenal dengan istilah ‘flippening’ atau pembalikan sepanjang tahun. Tren ini akan terjadi saat pangsa pasar Ethereum melebihi Bitcoin.

Meskipun kedua mata uang digital ini hanya terpaut USD 8 miliar, kesenjangan di antara mereka kembali melebar. Terlebih karena pangsa pasar Bitcoin saat ini mendekati USD 41 miliar, sedangkan Ethereum hanya USD 26,32 miliar. “Momen flippening diperkirakan tak akan terjadi dalam waktu dekat ini,” kata JP Buntinx, pengamat FinTech dan Bitcoin asal Belgia.

Salah satu alasan mengapa Ethereum mengalami kemunduran seperti saat ini kemungkinan disebabkan karena pergeseran kondisi pasar. Selain itu, blockchain Ethereum dan teknologinya telah terbebani oleh masuknya banyak cryptocurrency ICO (Initial Coin Offering). Transaksi yang dikonfirmasi akan berjalan lambat saat sebuah ICO bernilai besar terjadi, dan smart contract yang digunakan proyek-proyek ini memiliki masalah yang perlu diperbaiki ke depannya. Pasalnya, cryptocurrency ini juga masih prematur.

ICO sendiri kini dengan cepat menjadi permasalahan utama dalam penggunaan Ethereum. Dengan banyaknya proyek yang mengumpulkan dana di Ether, kemungkinan aksi ‘dump’ pasar akan semakin meningkat. Saat investor membutuhkan dana, mereka akan mengubah ETH menjadi mata uang fiat dan menciptakan tekanan negatif di bursa. Jika makin banyak yang melakukan hal ini, maka harga ETH pun akan terus turun.

Loading...