Harga Emas Turun Akibat Penguatan Dolar AS & Reli Pasar Ekuitas

Harga emas - klikbabel.comHarga emas - klikbabel.com

Chicago berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melemah lebih dari 1 persen pada akhir Jumat atau Sabtu pagi WIB lantaran tergerus oleh penguatan AS dan juga reli di pasar ekuitas.

Adapun kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April 2019 dilaporkan turun tajam sebesar 1,28 persen atau USD 16,90 menjadi USD 1.299,20 per ounce, untuk pertama kalinya dalam lima minggu harga emas ditutup di bawah level USD 1.300. Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama nai 0,39 persen menjadi 96,5310 pada pukul 15.00 waktu setempat (20.00 GMT).

Tak jauh berbeda, harga emas logam mulia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk hari ini, Sabtu (2/3) terpantau turun Rp 4.000 dari Rp 664 ribu menjadi Rp 660 ribu per 1 gram. Kemudian untuk harga pembelian kembali atau buyback emas Antam turun Rp 7.000 ke level Rp 585 ribu per gram. Sedangkan harga emas batangan cetakan Antam di Pegadaian hari ini berada di angka Rp 695 ribu per gram dan untuk cetakan UBS harganya Rp 660 ribu per gram.

Menurut Analis Trade Point Futures, Deddy Yusuf Siregar, pelemahan harga emas Antam terjadi akibat sentimen , yaitu pernyataan Gubernur Jerome Powell. Lewat pidatonya, Powell menyampaikan bahwa Amerika Serikat memang melambat, tetapi masih ada di atas ekspektasi kuartal IV 2018. Dilansir , pertumbuhan tahunan AS sejak Oktober-Desember 2018 mencapai 2,6% dibanding perkiraan awal sebesar 2,2%.

“Pelaku pasar melihat adanya indikasi dilanjutkannya kembali untuk menaikkan acuan, walau ada beberapa kekhawatiran perekonomian. Sehingga dollar AS kembali diburu sebagai aset safe haven, daripada emas. Ini pula yang mendorong pelemahan harga emas Antam dan juga emas dunia,” ujar Deddy, seperti dilansir Kontan.

Dari dalam negeri, rendahnya inflasi pun ikut mendorong emas Antam untuk melemah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan deflasi sebesar 0,08% pada Februari 2019. “Tingkat inflasi Indonesia yang tidak terlalu tinggi juga membuat pelaku pasar menjauh dari emas Antam. Sebagai investasi anti inflasi, tentu tidak terlalu menarik,” sambungnya.

Loading...