Konflik di Timur Tengah Mereda, Harga Emas Hari Ini Naik Tipis

Ilustrasi: emas murni (sumber: fxstreet.com)Ilustrasi: emas murni (sumber: fxstreet.com)

Jakarta mengalami kenaikan tipis pada hari Jumat atau Sabtu pagi WIB karena ditunjang oleh data nonfarm payroll Amerika Serikat yang tidak sesuai dengan harapan. Namun meredanya ketegangan di Timur Tengah telah mendorong minat investor terhadap aset berisiko sehingga kenaikan pun tetap terkendali.

Pada Sabtu (11/1), emas di spot gold naik 0,44 persen menjadi 1.559,11 per ounce, sedangkan emas berjangka AS menguat 0,34 persen ke level 1.559,5 per ons. Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pertumbuhan pekerjaan melambat lebih dari yang diprediksi pada bulan Desember 2019.

“Menjelang akhir pekan, orang-orang tidak benar-benar menjual emas, tetapi tidak ada banyak tekanan beli juga. Mereka hanya menunggu untuk melihat apa yang terjadi dengan emas dan di Timur Tengah sebelum memutuskan langkah selanjutnya,” ujar Fawad Razaqzada, analis pasar Forex.com, seperti dilansir Liputan6.

Harga emas terpantau turun hampir 4% dari level tertinggi 7 tahun nyaris menyentuh USD1.610,90 yang dicapai pada Rabu lalu karena ketegangan konflik yang lebih luas di Timur Tengah mulai mereda. Saham dunia pun berhasil mencetak rekor tertinggi baru karena didorong oleh pencairan ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran.

Aset safe haven pun tertekan karena penguatan AS yang dinyatakan membukukan minggu terbaiknya dalam dua bulan. Hal ini terlihat dari kepemilikan dana yang diperdagangkan di yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, anjlok untuk sesi kedua berturut-turut pada Kamis.

Di sisi lain, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk hari ini, Sabtu (11/1), terpantau naik Rp3.000 dari Rp777 ribu menjadi Rp780 ribu per 1 , dengan harga pembelian kembali atau buyback yang juga naik Rp3.000 dari Rp690 ribu menjadi Rp693 ribu per . Sedangkan di Pegadaian, harga emas per untuk cetakan Antam dijual Rp785 ribu per dan cetakan UBS Rp775 ribu per .

Loading...