Tertekan Profit Taking, Harga Emas Turun Tipis

Ilustrasi: emas batanganIlustrasi: emas batangan

Jakarta terpantau pada Jumat atau Sabtu pagi WIB. Hal ini terjadi lantaran para pelaku pasar tengah melakukan aksi ambil untung (profit taking). diprediksi masih akan terus naik menjelang dikeluarkannya stimulus baru Amerika Serikat.

Harga emas di pasar spot dilaporkan turun sebesar 0,3 persen ke posisi 1.834,92 per ounce. Tetapi, secara mingguan harga emas telah menguat sebanyak 2,6 persen. Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,1 persen ke angka 1.840 per ons.

“Setelah lonjakan yang luar biasa selama empat hari, harga emas mengalami tekanan karena aksi ambil untung dan masuk ke level teknis utama di USD 1.850 per ounce,” ungkap Kepala Perdagangan Derivatif BMO, Tai Wong, seperti dilansir CNBC melalui Liputan6.

Menurut data pada hari Jumat menunjukkan bahwa jumlah penambahan tenaga kerja di Amerika Serikat pada bulan November di bawah ekspektasi analis dan ada di level paling kecil selama 6 bulan. Hal tersebut sekaligus memperkuat ekspektasi akan adanya lebih banyak stimulus fiskal yang mengangkat indeks S&P 500 ke rekor puncak.

Sementara itu, RUU bantuan (-19) senilai USD908 miliar sedang diajukan ke Kongres AS pada Kamis. Seperti diketahui, logam mulia seperti emas dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap yang kemungkinan besar diakibatkan oleh stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sepanjang tahun 2020 ini harga emas telah melambung 21 persen karena diuntungkan oleh suku bunga yang mendekati nol dan risiko yang lebih tinggi.

Sedangkan dari dalam negeri, harga emas batangan PT Aneka Tambang () Tbk hari Sabtu (5/12), terpantau turun tipis sebesar Rp1.000 menjadi Rp960.000 per 1 gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas juga turun Rp1.000 dari Rp838 ribu menjadi Rp837 ribu per gram. Di Pegadaian emas cetakan 1 gram dijual dengan harga Rp1.013.000 dan cetakan UBS harganya Rp950 ribu.

Loading...