Harga Emas COMEX Bangkit, Emas Antam Malah Turun Rp2.000/Gram

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali bangkit pada awal perdagangan Selasa (15/11) ini usai sebelumnya ditutup turun. Setelah dibuka menguat tipis 0,01 poin atau 0,01% ke level 1.221,80 AS per tray ounce, emas kemudian kembali naik 6,50 poin atau 0,53% ke posisi 1.228,20 per tray ounce.

Sebelumnya, harga emas untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,2% menjadi 1.221,70 dolar AS per tray ounce karena tertekan penguatan dolar AS dan yang khawatir jika Federal Reserve akan menaikkan pada bulan Desember. diperdagangkan di level terendah sejak 1 Juni, jatuh ke posisi rendah 1.211,00 dolar AS per tray ounce.

Memang, dolar AS yang lebih kuat membuat bearish harga emas. Sebab, logam mulia ini akan menjadi lebih mahal bagi investor ketika the greenback naik. “Emas masih menghadapi angin karena dolar AS terus memengaruhinya,” ujar salah seorang di Commerzbank.

Dolar AS secara tak terduga naik tajam pada Senin (14/11) hingga 0,86% ke level 100,07, atau posisi tertinggi dalam 11 bulan. Banyak investor percaya bahwa Presiden AS terpilih, Donald Trump, akan memiliki dampak positif pada peraturan-peraturan perbankan dan penguatan ekuitas perbankan memberikan dukungan terhadap dolar AS.

Optimisme atas pertumbuhan di bawah pemerintahan Trump telah mendorong investor membuang aset safe-haven seperti emas, dan membeli aset berisiko lainnya. “Logam terus terjebak dalam euforia baru dalam pertumbuhan AS,” kata Direktur Perdagangan Global Kitco Metals, Peter Hug.

Sementara itu, dari dalam negeri, harga jual emas batangan ritel di Jakarta dipatok turun Rp2.000 per gram pada perdagangan hari ini berdasarkan acuan harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Daftar harga emas BUMN tambang yang dirilis pada pukul 08.16 WIB menyebutkan harga jual emas batangan dipatok pada level Rp553.600 hingga Rp593.000 per gram.

Loading...